Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Booming Sawit 2026, Permintaan Komponen Industri Ikut Naik
Ilustrasi perkebunan kelapa sawit. (IDN Times/Sunariyah)
  • PT Sinar Bintang Jaya Makmur melihat lonjakan industri kelapa sawit sebagai peluang memperluas pasar komponen mekanis melalui merek CULLENS yang menyasar sektor sawit dan industri berat.
  • Ekspor CPO Indonesia pada awal 2026 naik 26,4 persen menjadi 4,69 miliar dolar AS dengan volume mencapai 4,54 juta ton, menandakan permintaan global yang tetap kuat.
  • Produksi CPO nasional tahun 2025 mencapai 51,66 juta ton dan terus tumbuh, mendorong peningkatan kebutuhan komponen berkualitas tinggi serta peluang besar bagi manufaktur pendukung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Sinar Bintang Jaya Makmur (SBJM) melihat pertumbuhan industri kelapa sawit nasional sebagai peluang besar memperluas pasar komponen mekanis. Kenaikan produksi dan ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia pada 2026 menjadi pendorong utama meningkatnya kebutuhan tersebut.

Melalui merek CULLENS, perusahaan ini menyediakan berbagai produk industri seperti conveyor chain, sprocket transmisi, hingga chain coupling. Produk tersebut banyak digunakan di sektor kelapa sawit dan industri berat lainnya yang membutuhkan operasional berkelanjutan.

1. Industri sawit terus tumbuh dan dorong kebutuhan komponen

Potret Perkebunan Sawit (idntimes/silviana)

Marketing PT SBJM wilayah Kalimantan Barat, Eko Manalu, menyebut kebutuhan komponen industri sawit meningkat seiring ekspansi pabrik di berbagai daerah.

“Industri sawit membutuhkan sistem yang bekerja 24 jam. Karena itu, ketahanan dan kualitas komponen menjadi faktor utama,” ujar Eko dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

2. Ekspor CPO naik signifikan pada awal 2026

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari–Februari 2026 mencapai 4,69 miliar dolar AS. Angka ini naik 26,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Volume ekspor juga meningkat signifikan, dari 3,33 juta ton menjadi 4,54 juta ton. Kenaikan ini menunjukkan permintaan global terhadap produk sawit Indonesia masih sangat kuat.

3. produksi CPO nasional sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton

Kebun sawit (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi CPO nasional sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton. Angka ini tumbuh 7,26 persen secara tahunan.

Jika digabung dengan palm kernel oil (PKO), total produksi mencapai 56,55 juta ton. Tren ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia.

Eko menambahkan, perusahaan juga memperkuat standar kualitas produk dengan mengacu pada pengujian material internasional. Pengujian tersebut meliputi uji tarik dan uji ketahanan yang digunakan di Singapura dan Malaysia.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan komponen mekanis mampu memenuhi kebutuhan industri yang semakin kompetitif.

Di sisi lain, pemerintah terus mendorong hilirisasi sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk. Salah satunya melalui pengembangan program biodiesel B50 yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

Dengan tren peningkatan produksi dan ekspor tersebut, kebutuhan komponen mekanis industri diperkirakan terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi industri manufaktur pendukung untuk memperkuat daya saing di pasar global.

Editorial Team