Kebun sawit (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat produksi CPO nasional sepanjang 2025 mencapai 51,66 juta ton. Angka ini tumbuh 7,26 persen secara tahunan.
Jika digabung dengan palm kernel oil (PKO), total produksi mencapai 56,55 juta ton. Tren ini memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen sawit terbesar di dunia.
Eko menambahkan, perusahaan juga memperkuat standar kualitas produk dengan mengacu pada pengujian material internasional. Pengujian tersebut meliputi uji tarik dan uji ketahanan yang digunakan di Singapura dan Malaysia.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan komponen mekanis mampu memenuhi kebutuhan industri yang semakin kompetitif.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong hilirisasi sawit untuk meningkatkan nilai tambah produk. Salah satunya melalui pengembangan program biodiesel B50 yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.
Dengan tren peningkatan produksi dan ekspor tersebut, kebutuhan komponen mekanis industri diperkirakan terus meningkat. Kondisi ini membuka peluang besar bagi industri manufaktur pendukung untuk memperkuat daya saing di pasar global.