Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Mentan: Jika Ekspor CPO dari RI Ditutup, Apa Dunia Tidak Kiamat?

Mentan: Jika Ekspor CPO dari RI Ditutup, Apa Dunia Tidak Kiamat?
Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan pernyataan kepada para wartawan di Pasar Bulu. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan Indonesia bisa menutup ekspor CPO seperti Iran menutup Selat Hormuz, karena RI dan Malaysia menguasai 80 persen pasokan CPO dunia.
  • Amran mendorong hilirisasi kelapa agar tidak lagi diekspor mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tinggi seperti VCO dan coconut milk untuk meningkatkan nilai ekspor nasional.
  • Indonesia juga akan memperkuat hilirisasi gambir dengan rencana pembangunan pabrik di Medan dan Sumatra Barat guna menaikkan nilai tambah ekspor hingga ribuan triliun rupiah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, Indonesia bisa saja bertindak seperti Iran yang menutup Selat Hormuz guna memblokade akses perdagangan minyak dunia. Hal itu bisa dilakukan melalui penutupan ekspor dan hilirisasi crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah.

Hal itu disampaikan Amran ketika menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar, Sulawesi Selatan pada Kamis (26/3/2026).

"Kita hilirisasi. Ada lagi yang menarik, tahu nggak Iran menutup Selat Hormuz, kita bisa tutup lebih besar CPO. Tahu CPO? Yang sawit. Kita yang menguasai pasar dunia, kalau Iran dia hanya kuasai 20 persen yang lewat minyak dunia," tutur Amran, dikutip dari Youtube SulawesiPos, Senin (30/3/2026).

1. CPO diolah di negeri sendiri bisa kiamat dunia

Mentan: Jika Ekspor CPO dari RI Ditutup, Apa Dunia Tidak Kiamat?
ilustrasi kelapa sawit (pixabay.com/tristantan)

Amran melanjutkan, Indonesia bersama Malaysia menguasai pasokan 80 persen CPO dengan presentase Indonesia sebesar 60 persen di antaranya.

Dengan hilirisasi yang terus digaungkan pemerintah, Amran yakin jika ekspor CPO mentah ditutup dan dijadikan produk-produk dengan nilai tambah maka dunia akan 'kiamat.'

"Kalau kita olah, kami hitung kemarin CPO jadi margarin, kita tutup ekspor kita 32 juta ton. Kalau kita tutup, pertanyaanku apa tidak kiamat dunia, kiamat kecil?" ujar Amran.

Keyakinan itu ditunjukkan lewat Amran yang mengungkapkan kebutuhan CPO di AS sebesar 1,7 juta ton dan Eropa sebesar 2,3 juta ton.

2. Hilirisasi kelapa

Mentan: Jika Ekspor CPO dari RI Ditutup, Apa Dunia Tidak Kiamat?
ilustrasi kelapa (pexels.com/Mikhail Nilov)

Sebelum berbicara tentang hilirisasi CPO dan mengibaratkannya dengan perlakuan Iran, Amran berbicara tentang dua komoditas yang juga tengah menjadi fokus hilirisasi pemerintah.

Pertama adalah kelapa. Menurut Amran, kelapa Indonesia menguasai dunia, tetapi ekspornya dikirim secara bulat-bulat atau gelondongan yang hanya menghasilkan nilai Rp24 triliun.

Oleh sebab itu, pemerintah tidak mau lagi seperti itu melainkan ingin mengolahnya menjadi minyak kelapa murni (virgin coconut oil/VCO) maupun coconut milk.

"Kalau ini diolah menjadi VCO, coconut milk, sekarang ada pergeseran China, India, Eropa dia lebih senang meminum santan, susu kelapa. Ini kalau diolah bisa 100 kali lipat dari ekspor kita Rp24 triliun dan kalau diolah dari dulu bisa jadi Rp2.400 triliun," ujar Amran.

3. Hilirisasi gambir

Mentan: Jika Ekspor CPO dari RI Ditutup, Apa Dunia Tidak Kiamat?
Ilustrasi gambir (Wikimedia Commons/Si Gam)

Amran menjelaskan soal hilirisasi gambir. Amran menyatakan, Indonesia bertanggung jawab atas 80 persen suplai gambir di dunia. Namun, yang diekspor ke luar negeri hanya daunnya atau dalam artian setengah jadi.

Amran pun meyakini, hilirisasi gambir mampu menghasilkan nilai ekspor hingga Rp5 ribu triliun.

"Kita punya gambir ekspor ke India, India ekspor ke Amerika dan Eropa. Kita setengah mati tanam. Padahal added value, nilai tambah tertinggi ada di hilir," kata dia.

Oleh karena itu, Amran mengaku telah meminta kepada CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala BP BUMN, Donny Oskaria untuk segera membangun pabrik pengolahan gambir di Medan dan Sumatra Barat.

Share
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More