Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BPS: Wisman Eropa Paling Boros, Rata-Rata Belanja Rp32 Juta
Turis asing di Gili Trawangan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Intinya sih...

  • Wisman Eropa paling boros, rata-rata belanja Rp32 juta

  • Jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 tembus 15,39 juta

  • Capaian kunjungan wisman di tahun 2025 merupakan capaian tertinggi dalam 6 tahun terakhir

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan wisatawan mancanegara (wisman) asal Eropa merupakan kelompok yang paling banyak membelanjakan uangnya selama berkunjung ke Indonesia. Rata-rata pengeluaran turis dari Benua Biru tersebut mencapai 1.916,5 dolar AS (sekitar Rp 32,2 juta) per kunjungan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono menjelaskan, tingginya angka pengeluaran tersebut berbanding lurus dengan durasi tinggal mereka, yang juga paling lama dibandingkan turis dari kawasan lain.

“Wisman dari Eropa tersebut rata-rata tinggal selama 16,75 hari, yang merupakan waktu tinggal terlama jika dibandingkan dengan turis dari kawasan lainnya,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).

1. Wisman asal Amerika habiskan 1.897,23 dolar AS selama di RI

Ilustrasi pasangan berbelanja (freepik.com/gpointstudio)

Sementara itu, wisman asal kawasan Amerika menghabiskan anggaran sebesar 1.897,23 dolar AS selama berada di Indonesia, dengan rata-rata lama tinggal 12,1 hari. Negara yang menyumbang kontribusi terbesar adalah Amerika Serikat (AS).

Sedangkan wisman asal Afrika mengeluarkan 1.741,22 dolar AS selama berada di Indonesia, dengan rata-rata lama tinggal 15,27 hari. Negara yang memberikan kontribusi terbesar adalah Afrika Selatan.

Adapun wisman dari negara-negara di Timur Tengah membelanjakan anggaran sebesar 1.726,02 dolar AS selama berada di Indonesia, dengan rata-rata lama tinggal 13,06 hari. Arab Saudi menjadi negara dengan kontribusi terbesar.

2. Jumlah wisman dari kawasan ASEAN berbelanja di Indonesia

Ilustrasi pegawai hotel melayani tamu turis asing. (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Wisman dari kawasan Oseania membelanjakan 1.398,7 dolar AS selama berada di Indonesia dengan rata-rata lama tinggal 9,43 hari.

"Negara dengan kontribusi terbesar adalah Australia. Wisman asal negara-negara di kawasan Asia lainnya menghabiskan anggaran sebesar 1.234,16 dolar AS dengan rata-rata lama tinggal 13,27 hari, dengan China sebagai negara penyumbang terbesar," ujarnya.

Sementara wisman dari negara-negara ASEAN membelanjakan 661,91 dolar AS dengan rata-rata lama tinggal 4,33 hari. Malaysia merupakan negara dengan kontribusi terbesar.

“Wisman dari negara-negara ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal yang paling pendek, yakni hanya 4,33 hari, jika dibandingkan dengan wisatawan dari negara-negara lain,” ucap Ateng.

3. Rincian data pengeluaran wisman per kuartal sepanjang 2025

Seorang turis asing semringah usai keluar dari kapal Le Laperouse yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Adapun, rata-rata lama tinggal wisman per kuartal pada 2025 sebagai berikut: kuartal I (10,94 hari), kuartal II (10,12 hari), kuartal III (10,70 hari), dan kuartal IV (9,74 hari). Rata-rata lama tinggal wisman sepanjang 2025 sebanyak 10,38 hari.

Jika dirinci berdasarkan pengeluaran per kuartal, berikut datanya sepanjang 2025:

  • Kuartal I sebesar 1.277,17 dolar AS

  • Kuartal II sebesar 1.199,71 dolar AS

  • Kuartal III sebesar 1.297,31 dolar AS

  • Kuartal IV sebesar 1.286,84 dolar AS

4. Jumlah kunjungan wisman sepanjang 2025 tembus 15,39 juta

Turis asing tengah menikmati pemandangan di kawasan wisata Geopark Gunung Batur. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Di sisi lain, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sepanjang periode Januari–Desember 2025 tercatat sebesar 15,39 juta kunjungan. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 10,8 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya

“Capaian kunjungan wisman di tahun 2025 ini merupakan capaian tertinggi dalam 6 tahun terakhir. Kalau ditarik ke belakang yaitu sejak tahun 2020. Namun demikian ini masih sedikit lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2019,” ujar Ateng.

Dia mengatakan, jumlah kunjungan wisman pada 2019 mencapai 16,1 juta kunjungan lantaran saat itu belum terjadi pandemik COVID-19. Pagebluk tersebut baru terjadi pada awal 2020.

Bila dirinci, jumlah kunjungan wisman mengalami penurunan dari Januari hingga Maret 2025, dari 1,16 juta kunjungan pada Januari menjadi 1,02 juta kunjungan pada Februari dan semakin turun menjadi 984,77 ribu kunjungan pada Maret.

Pada April 2025, kunjungan wisman meningkat menjadi 1,16 juta kunjungan dan terus bertambah hingga Agustus 2025 menjadi 1,51 juta kunjungan. Akan tetapi kembali turun pada September 2025 menjadi 1,39 juta dan terus susut hingga November menjadi 1,2 juta. Pada Desember 2025, jumlah kunjungan wisman meningkat lagi menjadi 1,41 juta kunjungan.

Editorial Team