Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jumlah Wisman Naik Kereta Capai 694.1234 Orang, Melonjak 3,7 Persen

Jumlah Wisman Naik Kereta Capai 694.1234 Orang, Melonjak 3,7 Persen
Jumlah wisman yang naik kereta mengalami pertumbuhan selama 2025 (dok. KAI)
Intinya sih...
  • Jumlah wisman naik dari 300.708 pada 2022 menjadi 694.123 pada 2025
  • Top 10 stasiun keberangkatan wisman termasuk Yogyakarta, Gambir, dan Bandung
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mencatat pertumbuhan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang menggunakan layanan kereta api jarak jauh sepanjang 2025. Sepanjang periode tersebut, 694.123 wisman bepergian menggunakan kereta api KAI, meningkat 3,7 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 669.226 wisatawan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba menyampaikan, kenaikan jumlah penumpang wisman mencerminkan meningkatnya kepercayaan global terhadap layanan kereta api di Indonesia.

“Setiap wisatawan mancanegara yang menggunakan kereta api tidak hanya melakukan perjalanan, tetapi juga membawa potensi devisa melalui belanja wisata, akomodasi, kuliner, dan produk lokal. Di saat yang sama, penggunaan kereta api mendukung perjalanan yang lebih ramah lingkungan, sehingga pariwisata tumbuh tanpa mengorbankan keberlanjutan,” tutur Anne, Senin (12/1/2025).

1. Tren pertumbuhan berlangsung konsisten sejak 2023

Jumlah Wisman Naik Kereta Capai 694.1234 Orang, Melonjak 3,7 Persen
Jumlah wisman yang naik kereta mengalami pertumbuhan selama 2025 (dok. KAI)

Tren pertumbuhan ini berlangsung konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2023, jumlah wisman yang menggunakan kereta api tercatat 580.995 orang, sedangkan pada 2022 sebanyak 300.708 orang.

Anne mengatakan, peningkatan berkelanjutan ini menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi utama wisatawan internasional dalam menjangkau berbagai destinasi unggulan di Indonesia.

Capaian tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong penguatan devisa negara melalui sektor pariwisata, sekaligus mempercepat transformasi menuju mobilitas rendah emisi dan pariwisata berkelanjutan.

"Konektivitas antarkota yang terhubung langsung dengan kawasan wisata memperkuat daya saing Indonesia sebagai destinasi global, sekaligus memastikan belanja wisatawan mancanegara tersebar ke berbagai daerah," kata Anne.

2. Stasiun favorit keberangkatan wisman

Jumlah Wisman Naik Kereta Capai 694.1234 Orang, Melonjak 3,7 Persen
Jumlah wisman yang naik kereta mengalami pertumbuhan selama 2025 (dok. KAI)

Secara bulanan, puncak penggunaan layanan kereta api oleh wisman pada 2025 terjadi pada Juli dengan 89.526 pelanggan dan Agustus dengan 89.116 pelanggan. Hal itu sejalan dengan meningkatnya mobilitas wisata internasional pada musim liburan.

Berikut ini top 10 stasiun keberangkatan wisman terbanyak selama 2025:

  1. Yogyakarta – 126.768 wisatawan
  2. Gambir – 114.877 wisatawan
  3. Bandung – 70.271 wisatawan
  4. Pasar Senen – 38.669 wisatawan
  5. Surabaya Gubeng – 31.713 wisatawan
  6. Malang – 25.874 wisatawan
  7. Semarang Tawang – 23.695 wisatawan
  8. Probolinggo – 20.540 wisatawan
  9. Surabaya Pasar Turi – 14.798 wisatawan
  10. Solo Balapan – 13.566 wisatawan

"Stasiun-stasiun tersebut menjadi simpul utama perjalanan menuju kawasan wisata budaya, alam, dan perkotaan. Konektivitas yang disediakan kereta api turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi lanjutan, kuliner, UMKM, dan ekonomi kreatif di sekitar stasiun serta destinasi tujuan. Rantai aktivitas inilah yang menjadi jalur utama masuknya devisa dan memperkuat struktur ekonomi daerah," tutur Anne.

3. Dukungan pariwisata rendah karbon

Jumlah Wisman Naik Kereta Capai 694.1234 Orang, Melonjak 3,7 Persen
ilustrasi kereta api (unsplash.com/Alviansyah Kuswidyatama)

Selain berdampak pada ekonomi, penggunaan kereta api oleh wisman juga mendukung pariwisata rendah karbon. Sebagai moda transportasi massal dengan tingkat emisi yang lebih rendah dibandingkan kendaraan pribadi dan pesawat untuk jarak menengah, kereta api berkontribusi pada pengurangan jejak karbon perjalanan wisata. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia menuju Net Zero Emission 2060 serta penguatan citra Indonesia sebagai destinasi yang peduli lingkungan.

“Kereta api memastikan manfaat devisa pariwisata tidak hanya berhenti di pintu masuk negara, tetapi mengalir hingga ke daerah tujuan. Inilah bentuk nyata kontribusi transportasi publik dalam memperkuat ekonomi nasional sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” kata Anne.

Ke depan, lanjut Anne, KAI akan terus memperkuat perannya dalam ekosistem pariwisata nasional melalui peningkatan kualitas layanan, penguatan digitalisasi perjalanan, serta integrasi antarmoda guna mendukung transformasi KAI sebagai operator perkeretaapian berdaya saing global dan mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo: Selama Ini Banyak di Posisi Manajemen Menipu Presiden

12 Jan 2026, 17:34 WIBBusiness