Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

APBN Siap Biayai Proyek Gentengisasi

APBN Siap Biayai Proyek Gentengisasi
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto. (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya sih...
  • Penggantian atap seng ke genteng berbasis fly ash
  • Sejalan dengan upaya dongkrak pariwisata
  • Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng berkarat
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah telah melakukan penghitungan biaya terkait rencana penggantian atap seng menjadi genteng untuk memberikan tampilan lebh menarik di kawasan wisata.

Dia menyebut pembiayaan program gentengisasi tersebut memungkinkan untuk ditanggung oleh pemerintah. Dari hasil penghitungan awal, pemerintah membuka peluang untuk membiayai program tersebut, termasuk melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

"Bisa, bisa pemerintah bisa membiayai," kata Airlangga kepada jurnalis di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

1. Penggantian atap seng ke genteng berbasis fly ash

Beton ramah lingkungan dari bahan serbuk limbah kaca dan fly ash besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa
Beton ramah lingkungan dari bahan serbuk limbah kaca dan fly ash besutan mahasiswa UNY. Dok: istimewa

Pemerintah tengah menghitung skema penggantian atap seng dengan genteng yang memanfaatkan bahan berbasis fly ash. Menurutnya, kajian mengenai penggunaan material tersebut sudah tersedia dan akan disampaikan dalam waktu dekat.

Fly ash adalah abu sisa hasil pembakaran batu bara yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau fasilitas industri berbahan bakar batu bara.

"Kita tadi sedang menghitung kalau atap seng itu diganti dengan genteng dan gentengnya itu berbasis kepada memanfaatkan fly ash. Nah itu sudah ada studinya. Nanti akan segera disampaikan," ujar Airlangga.

2. Sejalan dengan upaya dongkrak pariwisata

Ilustrasi pariwisata. ANTARAFOTO/M Agung Rajasa
Ilustrasi pariwisata. ANTARAFOTO/M Agung Rajasa

Airlangga mengatakan, rencana tersebut berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisata yang dinilai sebagai low hanging fruit alias langkah yang paling mudah dan cepat dicapai untuk meningkatkan jumlah wisatawan. Dia menilai, wisatawan tidak akan tertarik datang apabila lingkungan masih dipenuhi sampah dan banyak bangunan menggunakan atap seng yang berkarat.

"Ya jadi kan tadi kita bicara mengenai tourism. Itu low hanging fruit untuk meningkatkan turis. Tetapi turis tidak akan datang kalau sampahnya numpuk dan atapnya semua atap seng yang berkarat," tuturnya.

3. Prabowo ingin Indonesia bebas atap seng berkarat

Pemukiman Kumuh di Tepian Sungai (pixabay.com)
Pemukiman Kumuh di Tepian Sungai (pixabay.com)

Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung upaya memperindah wajah Indonesia, termasuk dengan menghilangkan penggunaan atap seng berkarat.

Dia menilai kondisi tersebut tidak memberikan daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Menurutnya, karat mencerminkan kemunduran dan tidak sejalan dengan semangat kebangkitan nasional.

"Kita, saya berharap dalam 2-3 tahun Indonesia tidak akan kelihatan karat. Karat adalah lambang degenerasi. Bukan lambang kebangkitan," kata Prabowo.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Prabowo: Mau Demo 5 Ribu Kali, Tidak Akan Ada Satu Pabrik Dibuka

02 Feb 2026, 19:40 WIBBusiness