ilustrasi menghitung arus kas dengan cermat (pexels.com/www.kaboompics.com)
Sebelum manajer perusahaan memutuskan untuk membeli alat mahal, mereka biasanya melakukan analisis capital recovery terlebih dahulu. Mereka akan menghitung berapa harga belinya, berapa harga jualnya nanti kalau sudah bekas (salvage value), dan berapa banyak uang yang bisa dihasilkan alat tersebut.
Perusahaan tidak cuma melihat jumlah uangnya, tapi juga kapan uang itu masuk. Semakin cepat modal kembali, tentu semakin bagus. Strategi ini sangat penting bagi bisnis yang butuh modal jumbo, seperti sektor pertanian.
Bayangkan sebuah perusahaan e-commerce ingin membeli robot gudang seharga 200 ribu dolar AS. Jika robot itu nantinya bisa dijual lagi seharga 50 ribu dolar AS, berarti perusahaan harus "mengejar" sisa modal sebesar 150 ribu dolar AS.
Jika robot tersebut diprediksi bisa menambah pendapatan hingga 400 ribu dolar AS dalam lima tahun, maka investasi ini sangat masuk akal. Selain modal awal balik, perusahaan juga bakal mengantongi keuntungan besar di akhir periode.