Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bulog Gelontorkan 90 Ribu Beras SPHP selama Ramadan 2026
Beras SPHP Bulog. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Perum Bulog menyalurkan sekitar 90 ribu ton beras SPHP selama Ramadan 2026 melalui program Pasar Murah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan masyarakat mendapat akses beras terjangkau.
  • Penyaluran beras ke wilayah terdampak banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar ditingkatkan hingga tiga kali lipat sesuai arahan pemerintah, sementara stok nasional mencapai empat juta ton dan dinyatakan aman.
  • Bulog juga menggelar program mudik gratis bersama BUMN dengan memberangkatkan 750 pemudik menggunakan 15 bus menuju berbagai kota di Jawa dan Sumatra bagi karyawan serta masyarakat umum.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Perum Bulog menggelontorkan sekitar 90 ribu beras SPHP sepanjang Ramadan 2026, terhitung sejak 20 Februari - 17 Maret 2026 atau selama 26 hari.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, penyaluran beras SPHP di bulan Ramadan dilakukan salah satunya melalui program Pasar Murah.

“Nah ini tujuannya apa? Untuk menstabilkan harga di lapangan supaya masyarakat dapat membeli dengan murah,” kata Rizal di kantor pusat Perum Bulog, Selasa (17/3/2026).

1. Bulog gelontorkan beras tiga kali lipat di kawasan bencana

Ilustrasi stok beras di Gudang Bulog.(IDN Times/VadhiaLidyana)

Perum Bulog juga memastikan penyaluran beras ke wilayah-wilayah terdampak banjir Sumatra, seperti di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) yang masih proses pemulihan terus dilanjutkan. Bahkan, volume yang disalurkan lebih besar hingga tiga kali lipat dari volume normal.

“Khusus masalah yang di daerah bencana, baik Aceh, Sumut, maupun Sumatra Barat, sesuai dengan perintah dari Pak Presiden maupun Pak Menteri, stok dilipat-gandakan menjadi tiga kali lipat kebutuhan masing-masing daerah,” tutur Rizal.

2. Antisipasi banjir stok di panen raya

Direktur Utama Perum Bulog, Achmad Rizal Ramdhani. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Indonesia sendiri akan segera memasuki musim panen raya, di mana stok beras akan melimpah. Selama periode itu, Bulog akan mengurangi penyaluran beras di wilayah-wilayah sentra produksi untuk mencegah jatuhnya harga gabah petani.

“Dengan pertimbangan khusus apabila pada saat musim panen tiba itu di daerah-daerah sentra produksi beras SPHP nya penyalurannya volumenya dikurangi. Namun pada saat nanti musim panen dikembalikan ke situasi yang normal penjualannya,” ujar dia.

Rizal memastikan, stok beras aman, di mana Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog mencapai 4 juta ton.

“Jadi tolong kami minta bantu disosialisasikan kepada masyarakat bahwa tidak perlu panic buying, kami nyatakan stok dalam keadaan aman dan cukup untuk kebutuhan sampai tahun depan,” kata dia.

3. Bulog berangkatkan 700 pemudik melalui program mudik gratis

Keberangkatan Mudik Gratis BUMN 2026 bersama Perum Bulog, di Jakarta, Selasa (17/3/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Dalam kesempatan itu, Rizal juga menyampaikan pelaksanaan mudik gratis bersama BUMN oleh Perum Bulog.

Perusahaan memberangkatkan 750 pemudik menggunakan 15 unit bus menuju 15 kota tujuan di Pulau Jawa dan Sumatra. Rinciannya, Semarang, Purwokerto, Wonosari, Purwodadi, Cilacap, Yogyakarta, Klaten, Wonosobo, Purwantoro, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Malang, Metro Lampung, dan Palembang.

Adapun pesertanya berasal dari internal Bulog dan juga masyarakat umum.

“Program mudik bersama ini mudah-mudahan memberikan keringanan kepada saudara-saudara kita, meringankan beban mereka, dan memberikan ruang kepada mereka juga supaya bisa sampai di kampung halamannya tepat waktu, kemudian aman, lancar,” kata Rizal.

Editorial Team