Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
BUMN Rugi tapi Gaji Bos Jalan Terus, Prabowo Mau Tutup 750 Perusahaan
Presiden Prabowo Subianto (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo mengumumkan rencana menutup lebih dari 750 BUMN dan anak usahanya dari total lebih 1.000 entitas untuk merampingkan struktur perusahaan negara.
  • Langkah pemangkasan ini diharapkan menekan biaya gaji direksi dan komisaris yang tinggi, karena banyak BUMN belum mencatatkan keuntungan namun tetap membayar overhead besar.
  • Prabowo menargetkan efisiensi dan transparansi BUMN tercapai dalam dua tahun, serta mendorong alokasi laba bagi riset dan inovasi nasional jika perusahaan mulai mencetak keuntungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto membeberkan kabar terkini program pemangkasan jumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tengah dilakukan Danantara Indonesia.

Prabowo mengatakan, jumlah BUMN beserta anak usaha yang melebihi 1.000 entitas, akan dipangkas lebih dari 750 perusahaan.

Hal itu dia ungkapkan dalam penutupan Sarasehan Kebangsaan bersama 2.600 rektor, dekan, dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS) seluruh Indonesia, di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu (28/6/2026).

“Dari 1.000 lebih BUMN sekarang kita sudah tutup lebih dari 200, lebih dari 200. Nantinya kita akan bikin tinggal 300 lah ya? Bagaimana Pak Dony? Ujungnya kita bisa berapa? Ujungnya nanti 250? Bayangkan lebih dari 750 kita tutup,” kata Prabowo.

1. BUMN tak untung tapi bayar gaji ribuan direksi-komisaris

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/VadhiaLidyana)

Prabowo mengatakan, dengan pemangkasan itu, maka pengeluaran BUMN juga bisa berkurang. Sebab, menurut dia selama ini BUMN tak mencatatkan keuntungan, tapi harus membayarkan gaji direksi hingga komisaris yang jumlahnya tak sedikit.

“750 dirut, 750 direksi, kali 4 atau kali 5, 750 komisaris kali 10. Overhead-nya kayak apa? Gajinya kayak apa saudara-saudara? Ini uang rakyat semua, perusahaan tidak untung hanya bayar overhead,” tutur Prabowo.

2. BUMN bakal lebih efisien dalam 2 tahun

Town Hall pertama dari BPI Danantara di JCC pada Senin (28/4/2025). (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Prabowo mengatakan, dengan pemangkasan yang dilakukan, dia menargetkan BUMN akan lebih efisien dan transparan dalam waktu dua tahun.

“Saudara-saudara sekalian, kita mau sekarang rasional, efisien, dan ini kita buktikan, dan ini kita lakukan. Saya minta dalam tahun ini harus selesai ya. Jadi dalam dua tahun kita akan bikin BUMN-BUMN lebih efisien, lebih transparan,” tutur Prabowo.

3. BUMN diusulkan sisihkan keuntungan buat inovasi

ilustrasi rupiah (unsplash.com/Mufid Majnun)

Dalam sarasehan tersebut, Prabowo juga sebelumnya mengaku mendapat usulan agar BUMN menyisihkan keuntungan buat mendukung inovasi nasional. Namun, dia mempertanyakan apakah BUMN itu sendiri mencetak laba.

“Tadi juga usul sektor industri, biaya riset, diusulkan agar tiap BUMN mengalokasikan sebagian laba mereka untuk riset, dan ya untuk riset ya, inovasi. Ini bagus usul. Masalahnya BUMN ini ada labanya enggak?” ujar Prabowo.

Namun, Prabowo mengatakan, sejak Danantara didirikan, BUMN sudah melakukan perbaikan, salah satunya mencetak laba.

“Sekarang mulai ada. Terima kasih Danantara. Mana itu? Ya terima kasih. Nah itu kan sudah mulai botak terus itu. Terima kasih, satu tahun ini sudah mulai ada laba ya. Masalahnya kemarin ini BUMN-BUMN ini ya kita sudah tahulah ya, sudah lama jadi orang Indonesia, saudara sudah mengerti. Ini sedang kita bersihkan, sedang kita tertibkan,” kata Prabowo.

Editorial Team

Related Article