Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Bisnis Minuman Sering Lebih Menguntungkan daripada Makanan?

Mengapa Bisnis Minuman Sering Lebih Menguntungkan daripada Makanan?
ilustrasi makan di restoran (pexels.com/Helena Lopes)
Intinya Sih
  • Minuman memberikan margin keuntungan lebih tinggi karena bahan bakunya murah dan tahan lama dibandingkan makanan yang memerlukan banyak komponen mahal serta mudah rusak.
  • Proses pembuatan minuman jauh lebih cepat, memungkinkan karyawan melayani lebih banyak pesanan dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis kuliner.
  • Pelanggan cenderung menambah pesanan minuman, sementara tampilan premium dapat diciptakan dengan biaya rendah, membuat minuman jadi sumber profit utama bagi pelaku usaha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kalau kamu pernah memperhatikan, banyak restoran, kafe, hingga gerai makanan cepat saji terlihat sangat serius mengembangkan menu minuman mereka. Mulai dari kopi kekinian, teh buah, boba, mocktail, hingga minuman musiman yang hanya hadir beberapa minggu saja. Ternyata ada alasan bisnis yang cukup menarik di balik fenomena ini.

Bagi banyak pelaku usaha kuliner, minuman sering kali memberikan keuntungan atau margin yang lebih besar dibandingkan makanan. Bahkan, di beberapa bisnis tertentu, penjualan minuman bisa menjadi salah satu sumber keuntungan utama yang membantu menjaga bisnis tetap berjalan. Namun, kenapa bisa begitu? Berikut alasannya!

1. Biaya bahan bakunya relatif lebih murah

ilustrasi es lemon tea
ilustrasi es lemon tea (vecteezy.com/Venice Ayque)

Salah satu alasan terbesar adalah harga bahan baku minuman biasanya jauh lebih rendah dibandingkan makanan. Segelas es teh misalnya, hanya membutuhkan teh, gula, air, dan es batu. Bahkan, untuk kopi susu kekinian yang terlihat premium, biaya bahan bakunya sering kali masih jauh di bawah harga jualnya. Sebaliknya, makanan membutuhkan lebih banyak komponen, seperti protein, sayuran, bumbu, minyak, dan bahan pendukung lainnya yang harganya lebih mahal dan lebih mudah mengalami kenaikan harga di pasaran. Karenanya, minuman yang dijual seharga Rp20 ribu bisa jadi memberikan keuntungan yang lebih besar daripada makanan seharga Rp35 ribu.

2. Proses pembuatannya lebih cepat

ilustrasi menyeduh kopi
ilustrasi menyeduh kopi (unsplash.com/Jamie Long)

Sebagian besar minuman dapat dibuat dalam waktu singkat. Membuat es kopi atau teh biasanya hanya membutuhkan waktu satu hingga tiga menit. Sementara itu, makanan membutuhkan proses yang lebih panjang, seperti memotong bahan, memasak, menggoreng, memanggang, hingga plating sebelum disajikan kepada pelanggan. Waktu produksi yang lebih singkat berarti satu karyawan dapat melayani lebih banyak pesanan dalam waktu yang sama. Efisiensi ini pada akhirnya ikut meningkatkan keuntungan.

3. Risiko kerugian akibat bahan terbuang lebih kecil

ilustrasi biji kopi
ilustrasi biji kopi (pexels.com/Engin Akyurt)

Banyak bahan makanan memiliki masa simpan yang pendek. Daging, ikan, sayuran, dan produk susu dapat rusak jika tidak segera digunakan. Minuman cenderung menggunakan bahan yang lebih tahan lama, seperti bubuk kopi, sirup, teh, gula, atau konsentrat buah yang dapat disimpan lebih lama tanpa mengalami penurunan kualitas yang signifikan. Semakin sedikit bahan yang terbuang, semakin besar pula keuntungan yang bisa dipertahankan oleh pelaku usaha.

4. Pelanggan lebih mudah menambah pesanan minuman

ilustrasi makan di restoran
ilustrasi makan di restoran (pexels.com/Helena Lopes)

Saat seseorang membeli makanan, mereka sering kali tidak terlalu memikirkan harga tambahan untuk minuman. Contohnya, seseorang mungkin sudah mengeluarkan Rp35 ribu untuk makanan, sehingga menambah minuman seharga Rp12 ribu terasa tidak terlalu berat. Padahal tambahan pembelian tersebut bisa memberikan keuntungan yang cukup besar bagi penjual.

5. Minuman menciptakan kesan premium dengan biaya rendah

ilustrasi Oreo milk tea
ilustrasi Oreo milk tea (pixabay.com/DigitalDDay)

Menambahkan whipped cream, topping, potongan buah, atau kemasan yang menarik bisa membuat sebuah minuman terlihat jauh lebih mewah tanpa meningkatkan biaya produksi secara drastis. Sebaliknya, untuk membuat makanan terlihat lebih premium sering kali membutuhkan bahan yang memang benar-benar lebih mahal. Karena itu, minuman sering kali memiliki ruang lebih besar untuk menaikkan harga jual tanpa menimbulkan keberatan dari pelanggan.

Jadi, lain kali saat membeli segelas kopi atau es teh di restoran, ada kemungkinan besar bahwa minuman itulah yang sebenarnya memberikan keuntungan terbesar bagi pemilik usaha.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya

Related Articles

See More