Ilustrasi pertanian (IDN Times/Rochmanudin)
Cita-cita besar Bung Karno hingga saat ini masih terus diupayakan untuk diwujudkan hingga Hari Ulang Tahun ke-81 RI yang dirayakan tahun ini. Pemerintah mengklaim fondasi swasembada semakin kuat, tetapi tantangan ketahanan pangan tidak berhenti pada produksi beras.
Pemerintah mengeklaimIndonesia mencapai swasembada beras pada akhir 2025. Produksi beras nasional 2025 disebut mencapai 34,71 juta ton, naik 13,36 persen dibandingkan 2024, dengan surplus beras sekitar 3,52 juta ton. Pemerintah juga menyebut tidak ada impor beras konsumsi sepanjang 2025. Cadangan beras pemerintah juga berada pada level tinggi. Pada 7 April 2026, cadangan beras disebut mencapai 4,6 juta ton, yang oleh pemerintah dinilai cukup untuk sekitar 10–11 bulan.
Namun, ketahanan pangan lebih luas daripada sekadar beras. Indeks Ketahanan Pangan (IKP) nasional 2025 berada di 73,00, dengan tiga aspek utama: ketersediaan pangan 61,47, keterjangkauan 82,70, dan pemanfaatan pangan 74,99.
Pemerintah mengalokasikan sekitar Rp164,4 triliun dalam APBN 2026 untuk penguatan ketahanan pangan. Programnya mencakup pencetakan sawah baru, pupuk bersubsidi, bibit unggul, modernisasi alat dan mesin pertanian, serta pembiayaan murah bagi sektor pertanian. Ada pula penguatan infrastruktur seperti irigasi dan bendungan.
Dalam program 2026 berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah menargetkan antara lain pengembangan kawasan padi lebih dari 2,1 juta hektare, pembangunan 15 bendungan, jaringan irigasi sekitar 104 ribu hektare, serta penyaluran pupuk bersubsidi 9,62 juta ton. Bapanas menetapkan target penyerapan 2026 antara lain 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung, serta cadangan untuk sejumlah komoditas strategis lain seperti kedelai, daging sapi, gula konsumsi, dan minyak goreng.
Pemerintah juga telah menerbitkan aturan khusus mengenai penyelenggaraan Cadangan Beras Pemerintah melalui Peraturan Bapanas Nomor 2 Tahun 2026. Di sisi konsumen, pemerintah menjalankan Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga keterjangkauan harga. Hingga pertengahan Juli 2026, GPM disebut sudah menjangkau seluruh 38 provinsi dan 447 kabupaten/kota. Pemerintah juga menargetkan ratusan kegiatan GPM di wilayah yang mengalami tekanan harga pangan.
Selain itu, pemerintah memberikan Bantuan Pangan Beras. Pada 2026, pemerintah menambah penyaluran bantuan sebanyak tiga kali dengan bantuan beras 10 kg per Keluarga Penerima Manfaat (KPM), terutama untuk kelompok rentan.