Jakarta, IDN Times - Penurunan cadangan devisa Indonesia pada September 2026 menjadi 146,3 miliar dolar AS atau turun 200 juta dolar AS dibandingkan bulan sebelumnya, belum cukup untuk menyimpulkan kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) berjalan tidak optimal.
Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai, implementasi kebijakan DHE SDA masih terlalu dini untuk dievaluasi hanya berdasarkan pergerakan cadangan devisa Bank Indonesia (BI).
"Penurunan cadangan devisa pada September sebaiknya belum dibaca sebagai tanda posisi eksternal mulai melemah," ujar Yusuf kepada IDN Times, Rabu (7/10/2026).
