Barang retur sering dianggap sebagai masalah dalam bisnis karena produk yang sudah dikirim harus kembali ke gudang dan berpotensi menambah biaya operasional. Padahal, barang yang dikembalikan pelanggan belum tentu rusak atau tidak layak dijual kembali. Sebagian produk mungkin hanya memiliki kemasan penyok, mengalami kesalahan pengiriman, atau tidak sesuai dengan pilihan pelanggan saat memesan.
Jika ditangani dengan tepat, barang retur justru bisa dimanfaatkan untuk memperoleh pendapatan tambahan daripada dibiarkan menumpuk di gudang. Pelaku usaha perlu menentukan cara penanganan berdasarkan kondisi barang, biaya pemulihan, dan peluang penjualannya. Yuk, simak lima cara bisnis mengubah barang retur menjadi peluang pendapatan berikut ini.
