Jakarta, IDN Times - Pemerintah Chile resmi melonggarkan Mekanisme Stabilisasi Harga Bahan Bakar (MEPCO) mulai Senin (23/3/2026). Langkah darurat ini diambil menyusul lonjakan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah.
Otoritas keuangan Chile menyatakan tidak lagi mampu menanggung beban subsidi pada mekanisme MEPCO yang telah mencapai titik kritis. Kebijakan ini diberlakukan setelah harga minyak global menembus 110 dolar AS (Rp1,85 juta) per barel. Penyesuaian ini diprediksi akan menjadi kenaikan biaya energi tertinggi dalam sejarah modern negara tersebut.
