Kebijakan WFH Satu Hari demi Hemat BBM Ditetapkan Bulan Ini

- Pemerintah memastikan kebijakan WFH satu hari dalam sepekan akan ditetapkan pada Maret 2026 untuk mendukung efisiensi nasional.
- Menkeu Purbaya menyebut WFH dapat menghemat konsumsi BBM tanpa mengganggu produktivitas, terutama jika diterapkan secara selektif di sektor nonkrusial.
- Pengamat UGM Fahmy Radhi meragukan efektivitas WFH sehari dalam menekan konsumsi BBM karena potensi perilaku pegawai yang tidak sepenuhnya bekerja dari rumah.
Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) akan ditetapkan pada Maret 2026.
Mengingat Maret hanya menyisakan empat hari, Airlangga menegaskan pemerintah masih memiliki waktu untuk mulai menjalankan kebijakan tersebut sebelum pergantian bulan.
"Pokoknya akan ditetapkan bulan ini (kebijakan WFH). Bulan ini tinggal berapa hari kan. Ya jadi masih ada waktu," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (27/3/2026).
1. WFH bisa menghemat konsumsi BBM

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai kebijakan WFH satu hari dalam sepekan berdampak positif bagi keuangan negara. Jika pemilihan hari dilakukan dengan cermat, kebijakan itu akan menghemat konsumsi bahan bakar minyak (BBM).
Meski demikian, Purbaya belum merinci persentase penghematan tersebut karena angkanya bergantung pada harga minyak mentah dunia. Sementara harga komoditas energi tersebut kerap bergerak fluktuatif.
"Kalau kita pilih dengan cermat, kalau kita pilih Jumat, pasti ada penghematan BBM berapa persen, saya enggak tahu detailnya karena bisa berubah-ubah tergantung harga minyak," ujarnya.
2. Pelayanan publik dan sektor industri tak terganggu

Purbaya menjamin kebijakan WFH satu hari tidak akan mengganggu produktivitas. Dia menjelaskan sektor-sektor krusial seperti pabrik yang membutuhkan operasional terus-menerus tidak diwajibkan menerapkannya.
Selain itu, sektor pelayanan publik dipastikan tetap berjalan secara normal. Purbaya optimistis kebijakan tersebut tidak akan menjadi kendala bagi roda ekonomi nasional.
"Jadi harusnya enggak masalah kalau cuman satu hari aja. Jadi produktivitas kita total nggak akan terganggu," paparnya.
3. WFH dinilai tak efektif tekan konsumsi BBM

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi meragukan efektivitas kebijakan WFH sehari dalam seminggu dalam memangkas konsumsi BBM. Dia menilai menggerakkan aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai swasta untuk disiplin bekerja dari rumah bukan perkara mudah karena berkaitan erat dengan perubahan perilaku.
"Barangkali ASN dan pekerja swasta tidak kerja di rumah pada hari Jumat, tetapi work from everywhere (WFE) di tempat wisata sekalian menikmati long weekend sehingga konsumasi BBM tidak dapat dihemat secara signifikan," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2026).
Menurutnya, keberhasilan WFH saat pandemik COVID-19 dipicu oleh adanya faktor paksa berupa risiko penularan virus, sementara pada kebijakan WFH yang diwacanakan saat ini, faktor penekan tersebut tidak ada.















![[QUIZ] Pilih Ide Bisnis, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20240219/pexels-startup-stock-photos-7103-a56a4ee6b878557b98051ffe7f93ee25-bae414e6e8f3154ea4ce8f51e23c7387.jpg)

