Chile Bikin Pagar Pembatas, Cegah Masuknya Imigran Ilegal

- Presiden Jose Antonio Kast merencanakan pembangunan pagar perbatasan setinggi 5 meter lengkap dengan drone, kamera thermal, dan sistem biometrik untuk mencegah imigran ilegal masuk ke Chile.
- Chile akan menurunkan 3 ribu tentara di perbatasan utara serta menekan negara asal agar menerima kembali imigran yang dideportasi melalui jalur diplomatik dan ekonomi.
- Jumlah imigran di Chile mencapai 8 persen populasi, mayoritas dari Venezuela hampir 1 juta orang, sementara pemerintah juga menjalin kerja sama keamanan penjara dengan El Salvador.
Jakarta, IDN Times - Presiden Chile, Jose Antonio Kast mengungkapkan rencana perlindungan perbatasan Peru dan Bolivia. Rencana ini menjadi strategi baru untuk mencegah masuknya imigran ilegal ke negara Amerika Selatan tersebut.
“Chile sudah dilanggar oleh imigran ilegal, penyelundup narkoba, dan kriminal terorganisir. Ini tidak hanya parit, tapi sistem integral untuk melindungi perbatasan negara,” terangnya, dikutip dari EFE, Selasa (17/3/2026).
Beberapa tahun terakhir, Chile sudah menjadi salah satu negara tujuan utama imigran asal Venezuela dan negara lain. Imigran memilih datang ke Chile karena termasuk negara terkaya di Amerika Latin.
1. Chile akan terjunkan ribuan tentara di perbatasan
Kast mengungkapkan bahwa rencana pengamanan perbatasan ini juga untuk menerjunkan 3 ribu tentara. Mereka akan ditugaskan untuk mengontrol dan mengamankan perbatasan utara.
Dilansir Newsweek, selain penerjunan tentara dan pagar, Chile akan mendirikan menara pengawas dan parit. Pagar perbatasan dengan tinggi mencapai 5 meter itu akan dilengkapi dengan drone, kamera thermal, dan sistem biometrik.
Di samping pembangunan pagar, Kast akan memaksa negara lain menerima imigran yang dideportasi. Chile di bawah pemerintahannya akan membalas lewat diplomatik dan ekonomi jika negara asal imigran menolaknya.
2. Terdapat hampir 1 juta warga Venezuela di Chile
Sejak 2017, arus migrasi masuk ke Chile terus meningkat. Berdasarkan data dari Institut Statistik Nasional Chile (INE), sebanyak 8 persen dari total penduduk Chile merupakan imigran. Sementara, sebanyak 330 ribu di antaranya adalah imigran ilegal.
Diketahui mayoritas dari imigran di Chile berasal dari Venezuela yang jumlahnya hampir mencapai 1 juta jiwa. Namun, imigran Venezuela telah menyumbang pendapatan pajak ke Chile hingga 1,03 persen atau setara dengan 0,15 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
3. Chile belajar dari El Salvador untuk perbaiki sistem penjara
Pada Januari, Kast sudah mengadakan kunjungan ke El Salvador dan meninjau langsung penjara raksasa CECOT. Lawatan itu untuk meminta kerja sama dengan Presiden El Salvador, Nayib Bukele dalam meningkatkan keamanan di penjara Chile.
“Kami menginginkan kerja sama untuk meningkatkan keamanan di penjara Chile. Kami tidak ingin meniru sama persis karena kondisi di El Salvador dan Chile berbeda,” katanya, dikutip dari The Tico Times.
Kasus kriminalitas di Chile meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Lonjakan kriminalitas disebut karena masuknya ribuan imigran Venezuela di Chile.

















