Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
CIO Indonesia Didorong Go Global, Ini Strategi yang Disiapkan
Penyelenggaraan Indonesia CIO 200 Summit 2026 (dok. Global CIO Forum)
  • Indonesia CIO 200 Summit 2026 mempertemukan lebih dari 200 pemimpin teknologi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kepemimpinan teknologi dan mendorong partisipasi di ajang global.
  • Forum ini meluncurkan Women in Technology Initiative pertama dari Indonesia untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di sektor teknologi serta menyiapkan Global Women Leaders Forum 2026.
  • Para pakar menilai AI berpotensi besar meningkatkan produktivitas, namun implementasinya harus disertai strategi bisnis matang agar transformasi digital berjalan efektif dan berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Indonesia semakin menunjukkan ambisinya untuk tidak hanya menjadi pasar digital terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga pusat lahirnya pemimpin teknologi berkelas dunia. Semangat tersebut menjadi fokus utama dalam penyelenggaraan Indonesia CIO 200 Summit 2026 yang digelar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta.

Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, forum yang diinisiasi Global CIO Forum Indonesia Chapter itu mempertemukan lebih dari 200 pemimpin teknologi dari berbagai sektor industri untuk berbagi wawasan, memperluas kolaborasi, dan mengapresiasi pencapaian para Chief Information Officer (CIO) di Indonesia.

CEO sekaligus salah satu pendiri Global CIO Forum, Ronak Samantaray mengatakan, komunitas tersebut telah berkembang menjadi jaringan global yang kuat.

"Melalui komunitas, tercipta peluang berbagi pengetahuan dan pengalaman lintas negara," ujar Ronak dalam keterangan resminya, Senin (8/6/2026).

Global CIO Forum sendiri memiliki lebih dari 50 ribu anggota aktif yang tersebar di lebih dari 60 negara selama 11 tahun terakhir.

1. Indonesia ingin lebih banyak CIO tampil di tingkat dunia

ilustrasi seorang Chief Information Officer (CIO) di sebuah perusahaan (freepik.com/pressfoto)

Tahun ini, Indonesia menargetkan partisipasi yang lebih besar dalam ajang World CIO 200 Grand Finale tingkat global. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat kepemimpinan teknologi yang sedang berkembang di kawasan Asia.

President Global CIO Forum Indonesia Chapter, Hendy Harianto menegaskan, Indonesia memiliki banyak talenta teknologi yang layak dikenal dunia.

"Kami ingin memperkenalkan para pemimpin teknologi Indonesia ke panggung global sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai emerging technology leadership hub di Asia," kata Hendy.

Senada dengan itu, Vice President Global CIO Forum Indonesia Chapter, Ichwan Peryana menilai, forum ini bukan sekadar wadah membangun relasi profesional.

"Tujuan kami bukan sekadar membangun jaringan, tetapi menciptakan wadah bagi para pemimpin teknologi untuk saling berbagi, belajar, dan menciptakan dampak nyata bagi industri," ujarnya.

2. Indonesia meluncurkan inisiatif global untuk perempuan di sektor teknologi

Director & Chief Information Officer PT XLSmart Telkom Sejahtera Tbk, Yessie D. Yosetya (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Salah satu agenda penting dalam summit tahun ini adalah peluncuran Women in Technology Initiative, yang disebut sebagai inisiatif pertama dalam sejarah Global CIO Forum dan lahir dari Indonesia. Program tersebut hadir sebagai respons terhadap masih rendahnya keterwakilan perempuan di sektor teknologi nasional, khususnya pada level kepemimpinan.

CIO XLSMART, Yessie Yosetya mengungkapkan, partisipasi perempuan di industri teknologi Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.

"Perempuan Indonesia di dunia teknologi kurang dari 20 persen, dan yang sampai level direksi hanya 8 persen," ujar Yessie.

Sebagai perbandingan, tingkat partisipasi perempuan di sektor teknologi mencapai 42 persen di Thailand dan 41 persen di Singapura.

Di sisi lain, forum tersebut juga menunjuk tiga Women in Technology Ambassador, yakni Yessie Yosetya, Rektor BINUS University Dr. Nelly, dan Juliana Chen dari HP Indonesia. Selain itu, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menerima penghargaan Global Technology Leadership Distinguished Laureate–Women 2026 atas kontribusinya dalam transformasi digital nasional.

Indonesia juga akan menjadi tuan rumah perdana Global Women Leaders Forum pada 2026.

"Visi forum ini adalah membangun program mentorship yang menghubungkan perempuan dari berbagai sektor dan negara," ujar Chief Strategy Officer Global CIO Forum, Anushree Dixit.

3. AI dinilai menjanjikan, tetapi implementasinya tidak bisa terburu-buru

ilustrasi Artificial Intelligence (unsplash.com/Steve Johnson)

Selain membahas kepemimpinan teknologi, forum ini juga menyoroti perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang kini menjadi fokus banyak perusahaan. Sejumlah pakar, termasuk Onno W Purbo dan CIO Bank BCA David Formula berbagi pandangan mengenai peran AI dalam transformasi organisasi.

Meski AI dinilai mampu meningkatkan produktivitas secara signifikan, para pemimpin teknologi mengingatkan bahwa implementasinya memerlukan strategi bisnis yang matang.

IT Director Darma Henwa, Joseph Lembayung mengatakan, banyak perusahaan terlalu cepat ingin mengadopsi AI tanpa menyiapkan perubahan bisnis yang diperlukan.

"Banyak perusahaan terpukau dengan AI dan ingin segera implementasi, padahal itu membutuhkan transformasi bisnis," ujar Joseph.

Sebagai penutup, Indonesia CIO 200 Summit 2026 memberikan penghargaan kepada puluhan pemimpin teknologi dari berbagai kategori, mulai dari Next-gen, Leader, Master, hingga Legend. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendorong transformasi digital di berbagai sektor industri Indonesia.

Editorial Team

Related Article