Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bulog Serap 3,5 Juta Ton Beras per Juli 2026

Bulog Serap 3,5 Juta Ton Beras per Juli 2026
Bulog memastikan kualitas beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga optimal melalui serangkaian langkah pengawasan ketat di gudang. (dok. Bulog)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perum Bulog melaporkan realisasi penyerapan beras dalam negeri mencapai 3,5 juta ton hingga 24 Juli 2026.

Angka tersebut setara dengan 87 persen dari target pengadaan nasional tahun ini yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

1. Targetkan serapan 4 juta ton sebelum akhir 2026

Ilustrasi sawah
Ilustrasi sawah. (Dok. Kementan)

Dengan realisasi tersebut, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani meyakini target serapan 4 juta ton beras bisa tercapai sebelum akhir 2026.

"Pengadaan setara beras hasil panen dalam negeri telah mencapai 3,5 juta ton. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak," kata Rizal dikutip Minggu, (26/7/2026).

2. Perkuat stok CBP

Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Gudang Bulog Sumsel (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Adapun realisasi pengadaan beras nasional itu akan semakin memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Hal tersebut, kata Rizal mendukung upaya swasembada pangan berkelanjutan tahun ini.

“Kami meyakini, dengan dukungan seluruh pihak, cita-cita swasembada pangan berkelanjutan akan semakin kokoh dan dapat diwujudkan secara optimal hingga akhir September 2026,” ujar dia.

3. Bakal tetap lakukan penyerapan saat target sudah tercapai

Ilustrasi beras (dok. Bulog)
Ilustrasi beras (dok. Bulog)

Setelah target pengadaan 4 juta ton tercapai, Rizal mengatakan pihaknya tidak akan menghentikan penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri.

Sebaliknya, Bulog akan terus mengoptimalkan penyerapan sesuai ketersediaan produksi nasional sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat cadangan pangan nasional.

“Langkah ini penting untuk menjaga harga gabah tetap baik di tingkat petani, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperbesar Cadangan Beras Pemerintah sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pangan nasional,” tutur Rizal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More