Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam acara SAT 2026
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan dalam acara SAT 2026. (IDN Times/Margith Damanik)

Intinya sih...

  • Dahlan Iskan kritik keras revisi UU BUMN keempat yang dianggap lebih jelek daripada sebelumnya.

  • Revisi UU nomor 16 tahun 2025 dibahas dalam forum diskusi tahunan Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times.

  • Dahlan menilai revisi tersebut membatasi ruang gerak BUMN dan membuat para direksi BUMN dianggap sebagai perjabat negara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri BUMN periode 2011-2014, Dahlan Iskan menyampaikan kritik keras terhadap revisi Undang-Undang (UU) BUMN keempat. Adapun revisi yang dimaksud adalah UU nomor 16 tahun 2025 yang merupakan perubahan keempat atas UU nomor 19 tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Pernyataan tersebut diungkapkan Dahlan di hadapan Managing Director Business 3 Danantara Indonesia, Febriany Eddy dalam Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026).

Dahlan mengaku sebelumnya termasuk pihak yang memuji pembentukan Danantara dan aktif menuliskan pandangannya mengenai gagasan tersebut. Dahlan menilai realisasi Danantara sempat memberi harapan baru bagi pengelolaan BUMN ke depan.

“Tetapi begitu undang-undang BUMN diubah, ternyata sangat mengecewakan saya dan mungkin mengecewakan banyak orang,” kata Dahlan Iskan di IDN HQ, Kuningan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

“Bahwa undang-undang BUMN yang sudah diubah itu isinya justru lebih jelek daripada undang-undang BUMN bagi orang-orang BUMN,” sambung dia.

Menurut Dahlan, selama ini BUMN kerap dibandingkan dan dianggap kalah bersaing dengan swasta oleh publik. Namun di sisi lain, ruang gerak BUMN justru dibatasi oleh berbagai larangan regulatif yang tidak dialami perusahaan swasta.

“Harapan saya, undang-undang BUMN yang diubah itu menjadi undang-undang yang lebih memberi kebebasan kepada para pelaksanaan BUMN untuk menjadi seperti swasta,”

Bahkan Dahlan secara blak-blakan menyebutkan UU BUMN yang baru lebih jelek dibandingkan yang sebelumnya. “Dan undang-undang yang sudah diperbaiki ternyata lebih jelek dari itu. Dimana lebih jeleknya?” kata Dahlan.

“Ternyata disitu malah disebutkan bahwa para direksi BUMN adalah perjabat negara. Lebih cilaka lagi. Lebih cilaka lagi,” sambung dia.

IDN Times kembali menggelar Semangat Awal Tahun (SAT) 2026 by IDN Times yang menjadi forum diskusi tahunan. Acara ini digelar di IDN HQ, Jakarta Selatan, pada 14-15 Januari 2026.

SAT 2026 by IDN Times menghadirkan sejumlah pemimpin nasional, pengambil kebijakan, pelaku industri, dan tokoh-tokoh inspiratif. Dengan tema 440 Hari Pemerintahan Presiden Prabowo: Menuju Pertumbuhan yang Berkualitas, SAT 2026 dirancang buat menjangkau Milenial dan Gen Z sekaligus menjadi wadah membahas isu-isu berkembang saat ini.

SAT 2026 juga menghadirkan Awarding Session sebagai bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh inspiratif melalui penghargaan "Inspiring Newsmaker of The Year 2026".

Editorial Team