Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Restrukturisasi BUMN, Jurus Danantara Tarik Investor Masuk RI

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (1).jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Intinya sih...
  • Keberadaan Danantara dorong konsolidasi aset BUMN, nilai aset kolektifnya melampaui Rp1.000 triliun, berdampak luas bagi pertumbuhan negara.
  • Restrukturisasi dimulai dengan kajian mendalam untuk perbaikan jangka panjang, meningkatkan kapasitas operasional BUMN dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
  • Injeksi modal pada BUMN mendapat respons positif dari pasar, harga saham KRAS tumbuh 243%, TINS 221%, GIAA 187%, TLKM 30%, ANTM 194%, dan PTPP 189%.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Program restrukturisasi sejumlah BUMN yang tengah mengalami hambatan dari kinerja keuangan menjadi fokus yang akan dilanjutkan Danantara sepanjang 2026. Melalui laporan Economic Outlook 2026 yang dirilis tim riset Danantara, restrukturisasi dinilai sebagai skema untuk memperbaiki persepsi investor terhadap perusahaan pelat merah Tanah Air.

Misalnya pada PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS), PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), serta BUMN sektor konstruksi atau BUMN  karya.

"Pemulihan pada kasus sulit, seperti maskapai, baja, dan konstruksi, adalah tempat di mana kredibilitas dipertaruhkan. Jika restrukturisasi berhasil meningkatkan ritme operasional dan ketangguhan neraca, dampak terhadap persepsi investor bagi BUMN secara luas akan signifikan," begitu laporan Danantara dikutip Senin, (12/1/2026).

1. Buat dongkrak kapasitas BUMN

Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)
Kantor pusat Kementerian BUMN. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Kehadiran Danantara menjadi awal dari konsolidasi aset BUMN, yang kini nilainya melampaui Rp1.000 triliun, bahkan disebut lebih dari setengahnya produk domestik bruto (PDB) Indonesia.

"Total aset BUMN secara kolektif mencapai lebih dari setengah PDB nominal Indonesia, yang berarti peningkatan operasional akan memiliki implikasi yang luas bagi prospek pertumbuhan negara," tulis Danantara.

Selain itu, upaya restrukturisasi, salah satunya melalui injeksi modal yang dilakukan Danantara juga diiringi dengan syarat ketat, seperti rasionalisasi aset, peningkatan kinerja operasional, dan akuntabilitas yang kredibel.

Menurut laporan Danantara, restrukturisasi akan meningkatkan kapasitas operasional BUMN, yang pada akhirnya mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

"Peningkatan kapasitas operasional di dalam BUMN tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mendorong persaingan yang lebih sehat, yang pada akhirnya berfungsi sebagai pelumas untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih luas," tulis Danantara.

2. Restrukturisasi diawali dengan kajian mendalam

WhatsApp Image 2025-06-30 at 11.30.02 (2).jpeg
Wisma Danantara Indonesia (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Danantara memastikan, kehadiran negara untuk merestrukturisasi BUMN, termasuk injeksi modal diawali dengan kajian mendalam, yang targetnya untuk perbaikan jangka panjang.

"Dalam konteks pasar, pertanyaannya bukan lagi ‘akankah negara tetap terlibat?’—tentu saja akan. Fokus sekarang bergeser ke apakah keterlibatan tersebut menjadi lebih dapat diprediksi dan berdasarkan meritokrasi, dengan keputusan komersial yang didorong oleh kelangsungan bisnis jangka panjang daripada kepentingan jangka pendek," tulis Danantara.

3. Direspons positif oleh pasar

Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)
Bursa Efek Indonesia (IDN Times/Ridwan Aji Pitoko)

Menurut hasil riset Danantara, injeksi yang dilakukan pada sejumlah BUMN telah mendapat respons positif dari pasar. Berdasarkan grafik poin 13, ditunjukkan bahwa harga saham KRAS tumbuh 243 persen terhitung sejak awal Januari sampai Desember 2025. Lalu, harga saham TINS tumbuh 221 persen, GIAA 187 persen, dan TLKM 30 persen. Danantara juga melampirkan kinerja saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang tumbuh 194 persen, serta PT PP (Persero) Tbk (PTPP) tumbuh 189 persen.

"Sinyal harga awal dari PT Krakatau Steel, PT Garuda Indonesia, PT Timah, dan PT Telkom menunjukkan bahwa investor optimistis pada upaya pemulihan tersebut," tulis laporan Danantara.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana
Follow Us

Latest in Business

See More

IHSG Tersenyum Selasa Pagi, 7 Saham Ini Bisa Jadi Watchlist

13 Jan 2026, 09:48 WIBBusiness