Jakarta, IDN Times - Konflik geopolitik yang tengah berlangsung di Timur Tengah diprediksi akan memberikan tekanan berat bagi stabilitas keuangan Toyota Motor Corporation. Produsen otomotif raksasa asal Jepang tersebut memperkirakan adanya beban kerugian mencapai 4,3 miliar dolar AS (Rp75,25 triliun), pada tahun fiskal ini akibat lonjakan harga bahan baku dari kawasan Timur Tengah.
Tekanan biaya operasional tersebut turut berdampak pada laporan kinerja perusahaan yang mencatat penurunan laba kuartalan hingga hampir 50 persen pada periode Januari sampai Maret 2026. Pihak manajemen memperkirakan tren penurunan laba ini masih akan berlanjut, mengingat tingginya biaya produksi saat ini mulai melampaui angka permintaan kendaraan hibrida di pasar global.
