rupiah (pexels.com/Defrino Maasy)
Dampak pertama yang paling dirasakan masyarakat adalah harga barang yang semakin naik. Kenaikan ini disebabkan oleh biaya produksi yang melonjak, terutama bagi perusahaan yang mengimpor bahan produksi. Mau tidak mau perusahaan juga menaikkan harga produk mereka kepada masyarakat.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS),Kinerja impor Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar 20,89 miliar dolar AS. Secara bulanan, nilai tersebut terkontraksi 1,45 persen dibandingkan Januari 2026, namun tumbuh 10,85 persen dibandingkan Februari 2025 secara tahunan (year on year). Peningkatan impor secara tahunan terutama didorong impor nonmigas yang tumbuh 18,24 persen.
Sementara impor Januari–Februari 2026 sebesar 42,09 miliar atau naik 14,44 persen dari periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut ditopang impor nonmigas sebesar 17,49 persen.
Dapat disimpulkan bahwa Indonesia masih sangat bergantung pada impor. Oleh sebab itu, melemahnya rupiah akan memengaruhi harga impor. Akibatnya, harga barang menjadi lebih mahal.