Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Anjlok Imbas Panasnya Ancaman Militer Trump ke Iran

Rupiah Anjlok Imbas Panasnya Ancaman Militer Trump ke Iran
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Rupiah melemah ke level Rp17.105 per dolar AS akibat meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu kekhawatiran investor.
  • Ancaman militer Presiden Donald Trump terhadap Iran serta gagalnya jalur diplomasi membuat harga minyak dunia melonjak dan menambah tekanan pada pasar keuangan global.
  • Analis memperkirakan rupiah masih berisiko melemah pada perdagangan berikutnya, dengan kisaran pergerakan di antara Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah terpantau loyo, melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (6/4/2026). Rupiah sore ini parkir di level Rp17.105 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 70 poin atau 0,41 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.035 per dolar AS. Rupiah sempat tertekan hingga 75 poin dengan rentang perdagangan harian di kisaran Rp17.046 hingga Rp17.119 per dolar AS.

1. Deadline Trump ke Iran bikin investor cari aman

Para pelaku pasar kini dalam posisi waspada menghadapi potensi pecahnya perang di Timur Tengah menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Terganggunya lalu lintas kapal tanker dalam beberapa pekan terakhir telah memperketat ekspektasi pasokan energi dan meningkatkan premi risiko, yakni biaya tambahan yang harus dibayar investor akibat tingginya ketidakpastian di seluruh pasar minyak.

Trump menegaskan kembali tenggat waktu hari Selasa tersebut bersifat tegas. Dia memperingatkan jika Iran tidak patuh, AS dapat melancarkan serangan terhadap berbagai infrastruktur penting, termasuk pembangkit listrik dan jembatan.

"Ia juga mengatakan Iran dapat disingkirkan dengan cepat, menggarisbawahi meningkatnya risiko eskalasi yang lebih luas " kata Pengamat Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi.

2. Jalur diplomasi buntu kerek harga minyak dunia

Upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan dilaporkan mulai goyah setelah Iran menolak proposal yang didukung oleh AS. Proposal tersebut sebenarnya menguraikan rencana gencatan senjata selama 45 hari serta pembukaan kembali selat secara bertahap.

"Bersamaan dengan negosiasi yang lebih luas tentang pencabutan sanksi dan rekonstruksi," ujar Ibrahim.

Namun, Iran menolak tawaran tersebut dan justru menuntut penghentian permusuhan secara permanen, jaminan yang mengikat agar tidak ada serangan di masa depan hingga kompensasi atas kerusakan perang.

Konfrontasi tersebut telah mengganggu aliran energi global dan mendorong harga minyak lebih tinggi, yang pada akhirnya memicu kekhawatiran inflasi bagi para investor.

3. Rupiah masih berisiko terperosok pada Rabu

Jika melihat kinerja sejak awal tahun, rupiah mencatatkan pelemahan 2,55 persen. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir atau 52 minggu, nilai tukar mata uang Garuda bergerak fluktuatif di rentang Rp16.079 hingga Rp17.119 per dolar AS.

Ibrahim memproyeksikan untuk perdagangan Rabu (8/4/2026), rupiah masih akan bergerak fluktuatif namun cenderung ditutup melemah di rentang antara Rp17.100 hingga Rp17.150 per dolar AS.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in Business

See More