Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rupiah Melemah ke Rp17.100, BI Siapkan Intervensi

Rupiah Melemah ke Rp17.100, BI Siapkan Intervensi
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Nilai tukar rupiah melemah ke Rp17.103 per dolar AS, turun 68 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Bank Indonesia menegaskan fokus pada stabilitas rupiah dengan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter dan melakukan intervensi di pasar valas secara konsisten.
  • BI menilai dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas bisa memberi efek positif bagi ekonomi Indonesia sebagai negara eksportir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pergerakan rupiah terus melemah. Hingga Selasa (7/4/2026) sore ini, nilai tukar rupiah telah menembus level Rp17.103 per dolar AS.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah terdepresiasi 68 poin atau 0,40 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Lantas, langkah apa yang akan ditempuh Bank Indonesia (BI) untuk menstabilkan rupiah?

1. Stabilitas rupiah jadi fokus BI

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Peking University pada Jumat (8/3/2024) (Dok. ANTARA FOTO)
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Peking University pada Jumat (8/3/2024) (Dok. ANTARA FOTO)

Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti mengatakan, stabilitas saat ini menjadi fokus utama otoritas moneter. Untuk itu, BI akan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter yang dimiliki.

“Di tengah ketidakpastian global yang sangat tinggi, stabilitas menjadi prioritas utama. BI akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen operasi moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4).

2. BI lakukan langkah intervensi untuk stabilkan rupiah

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Peking University pada Jumat (8/3/2024) (Dok. ANTARA FOTO)
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti di Peking University pada Jumat (8/3/2024) (Dok. ANTARA FOTO)

Destry menegaskan, BI akan terus melakukan intervensi di pasar valas secara konsisten dan terukur.

Intervensi dilakukan di pasar spot, domestic non-deliverable forward (DNDF), serta non-deliverable forward (NDF) di pasar offshore guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

3. Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah

Rupiah Terpukul ke Level Rp17.100 per Dolar AS, BI Intervensi?
ilustrasi 100 dolar AS (pexels.com/Engin Akyurt)

Selain itu, BI juga melihat dampak konflik di Timur Tengah tidak sepenuhnya negatif bagi perekonomian Indonesia. Kenaikan harga komoditas justru berpotensi memberikan efek positif, mengingat Indonesia merupakan negara eksportir.

“Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah. Kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif yang mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar,” jelasnya.

BI memastikan akan terus memantau dinamika global dan domestik serta mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas rupiah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More