Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Danantara Kaji Struktur Baru Pertagas-PGN, Termasuk Opsi Penggabungan
Ilustrasi layanan Pertagas. (Dok. Pertagas).
  • Pemerintah masih mengkaji sejumlah pilihan struktur untuk Pertagas, PGN, dan perusahaan gas lainnya.

  • Perusahaan yang menjadi holding belum ditetapkan karena setiap skema masih dibandingkan berdasarkan biaya dan manfaat.

  • Pertagas diarahkan mengembangkan bisnis midstream dan downstream, termasuk penyaluran gas ke rumah melalui jaringan gas dan uji coba CNG.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (1/10/2026)

Dony Oskaria menyampaikan bahwa pemerintah masih mengkaji beberapa pilihan struktur untuk Pertagas, PGN, dan perusahaan gas lainnya. Ia juga menjelaskan arah bisnis perusahaan gas ke sektor midstream dan downstream.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah mengkaji penggabungan atau penataan Pertagas dan PGN, termasuk perubahan model bisnis Pertagas ke sektor midstream dan downstream.
  • Who?
    Pemerintah, BPI Danantara, Dony Oskaria, Pertagas, PGN, dan perusahaan gas lainnya.
  • Where?
    Pembahasan disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Uji coba CNG direncanakan di beberapa kota.
  • When?
    Dikutip Kamis (1/10/2026).
  • Why?
    Untuk menentukan struktur yang memberikan manfaat paling sesuai bagi Indonesia serta mengarahkan perusahaan gas pada kegiatan midstream dan downstream.
  • How?
    Beberapa skema dibandingkan berdasarkan biaya dan manfaat. Penyaluran gas ke rumah-rumah juga akan diuji coba menggunakan model CNG.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pemerintah sedang melihat cara baru untuk mengatur Pertagas dan PGN. Dony dari Danantara menjelaskan ada beberapa pilihan, tetapi belum ada yang dipilih. Pertagas akan menyalurkan gas sampai ke rumah-rumah. Pemerintah juga mau mencoba CNG di beberapa kota. Sekarang, semua rencana itu masih dikaji.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kajian beberapa struktur memberi ruang bagi pemerintah untuk membandingkan biaya dan manfaat sebelum menentukan pilihan. Rencana penguatan kegiatan midstream dan downstream juga mencakup penyaluran gas melalui jaringan gas hingga ke rumah-rumah, sementara uji coba CNG disiapkan di beberapa kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah mengkaji kemungkinan menggabungkan atau menata PT Pertamina Gas (Pertagas) dan PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk. Namun, belum ada keputusan mengenai pola yang akan digunakan.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Dony Oskaria, mengatakan ada beberapa pilihan struktur yang sedang dikaji.

Di sisi lain, perusahaan gas nantinya akan diarahkan untuk bermain di sektor midstream dan downstream, mencakup kegiatan penyaluran hingga pemanfaatan gas oleh konsumen.

"Ini sedang kita kaji. Ya, bagaimana nanti polanya, tetapi yang paling penting adalah perusahaan gas kita nanti akan main di midstream dan downstream, ya," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis (1/10/2026).

1. Struktur Pertagas dan PGN masih dikaji

Ilustrasi layanan Pertagas. (Dok. Pertagas).

Dony mengatakan pemerintah masih menyiapkan beberapa pilihan struktur untuk Pertagas, PGN, dan perusahaan gas lainnya. Karena itu, dia belum dapat menyampaikan perusahaan mana saja yang nantinya akan berada dalam struktur tersebut.

Menurut Dony, setiap pilihan masih dikaji untuk melihat mana yang memberikan manfaat paling sesuai bagi Indonesia. Pembahasan mengenai struktur tersebut juga masih berjalan. Setiap pilihan masih dikaji untuk melihat mana yang memberikan manfaat paling sesuai.

"Ini ada beberapa pilihan struktur yang kita lakukan, mana yang terbaik ya nantinya antara Pertagas, PGN, dan lain sebagainya," ujar Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) itu.

2. Holding Pertagas dan PGN belum diputuskan

Pertagas Group Perkuat Dukungan Energi Bagi Industri di KEK Sei Mangkei (Dok. Pertagas)

Dony mengatakan perusahaan yang akan menjadi holding juga belum diputuskan. Pemerintah masih melihat cost and benefit (biaya serta manfaat) dari setiap skema yang sedang dibahas. Setiap pilihan akan dibandingkan untuk melihat manfaat yang dihasilkan.

"Kita lihat kalau skemanya seperti ini manfaatnya apa, kalau skemanya begini manfaatnya apa, kita pilih yang terbaik nanti yang tentunya, ya," tuturnya.

3. Pertagas akan masuk bisnis midstream dan downstream

PGN berkomitmen mengurangi beban beban subsidi dan impor energi, melalui pengembangan jargas rumah tangga yang masif. (dok. PGN)

Dony mengaku juga telah melakukan pembahasan dengan Pertamina Gas mengenai perubahan model bisnis perusahaan. Pertagas nantinya akan diarahkan untuk bermain di sektor midstream dan downstream.

Secara sederhana, midstream mencakup kegiatan pengangkutan dan penyaluran gas, seperti melalui jaringan pipa. Sementara, downstream berkaitan dengan penyaluran dan pemanfaatan gas hingga sampai ke konsumen.

Dalam perubahan model bisnis tersebut, Dony mengatakan pemerintah ingin perusahaan gas lebih banyak menyalurkan gas melalui jaringan gas atau jargas hingga ke rumah-rumah.

Pemerintah juga akan melakukan uji coba di beberapa kota dengan model CNG (compressed natural gas). Gas akan disalurkan ke rumah-rumah melalui skema tersebut.

"Kalau ini bisa kita lakukan, kita akan trial di beberapa kota dulu, install ke rumah-rumah dengan model CNG nanti ya. Ini sedang kita coba. Efeknya adalah kita tidak perlu lagi impor LPG, kan," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article