Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) memproyeksikan 2026 akan menjadi titik balik dalam akselerasi pemulihan kinerja PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), yang kini tengah menjalani program transformasi komprehensif. Akselerasi pemulihan tersebut tercermin dari lonjakan harga saham GIAA yang mengindikasikan meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek maskapai tersebut.
Pada awal Januari 2026, harga saham GIAA naik signifikan mencapai 9,76 persen atau setara Rp90 per lembar saham. Kenaikan ini dipicu oleh perubahan struktur kepemilikan saham yang melibatkan entitas pengelola aset negara, yang semakin memperkuat optimisme pasar terhadap prospek pemulihan perusahaan.
“Pasar telah merespons positif pemulihan kinerja Garuda Indonesia, yang tercermin dari lonjakan tajam harga saham pada awal Januari lalu,” dikutip dalam laporan Danantara Economic Outlook, dikutip Jumat (30/1/2026).
