Jakarta, IDN Times – Bank Indonesia (BI) mengumumkan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal I 2026 mencatat defisit sebesar 9,1 miliar dolar AS, atau setara Rp160,16 triliun (kurs Rp17.600 per dolar AS). Defisit ini menjadi yang terdalam dibandingkan periode yang sama pada kuartal I 2024 hingga kuartal I 2025.
Posisi ini berbalik dibandingkan kuartal IV 2025, yang mencatat surplus sebesar 6,1 miliar dolar AS. Melebar-nya defisit NPI sejalan dengan peningkatan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), serta berbaliknya transaksi modal dan finansial menjadi defisit.
Bank Indonesia menyatakan kinerja NPI tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
“Defisit transaksi berjalan tetap rendah di tengah perlambatan ekonomi global. Sementara itu, transaksi modal dan finansial mencatat defisit yang terjaga, meski ketidakpastian pasar keuangan global meningkat,” tegas Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/5/2026).
