Jakarta, IDN Times – Pergerakan mata uang di kawasan ASEAN menunjukkan tren beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun (year to date/YTD). Sejumlah mata uang tercatat melemah, sementara lainnya justru menguat di tengah ketidakpastian global.
Tekanan terhadap mata uang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, kenaikan harga energi, hingga arah kebijakan suku bunga global yang masih belum pasti.
Lantas, mata uang negara mana yang mengalami pelemahan terdalam?
