Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Deretan Mata Uang ASEAN Terlemah terhadap Dolar AS
ilustrasi dolar (pexels.com/Pixabay)
  • Rupiah Indonesia tercatat sebagai mata uang ASEAN dengan pelemahan terdalam terhadap dolar AS, turun sekitar 2,67 persen sejak awal tahun dan bertahan di kisaran Rp17 ribu per dolar.
  • Kip Laos dan baht Thailand juga melemah masing-masing 2,05 persen dan 1,37 persen year to date, mencerminkan tekanan regional akibat faktor global seperti geopolitik dan kebijakan suku bunga.
  • Peso Filipina serta dong Vietnam mengalami pelemahan lebih ringan, didukung stabilitas ekonomi domestik yang menjaga nilai tukar tetap terkendali meski dolar AS terus menguat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Pergerakan mata uang di kawasan ASEAN menunjukkan tren beragam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun (year to date/YTD). Sejumlah mata uang tercatat melemah, sementara lainnya justru menguat di tengah ketidakpastian global.

Tekanan terhadap mata uang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, kenaikan harga energi, hingga arah kebijakan suku bunga global yang masih belum pasti.

Lantas, mata uang negara mana yang mengalami pelemahan terdalam?

1. Rupiah Indonesia

Ilustrasi berbagai nominal mata uang rupiah Indonesia (pexels.com/Robert Lens)

Berdasarkan data Trading Economics, nilai tukar rupiah sejak awal tahun atau secara year to date (ytd) telah melemah sekitar 2,67 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan ini juga tercermin dari pergerakan harian rupiah yang dalam beberapa hari terakhir bertahan di kisaran Rp17 ribu per dolar AS.

Sementara itu, mengacu pada data Bloomberg, pada akhir perdagangan kemarin rupiah tercatat melemah ke level Rp17.188,5 per dolar AS. Mata uang Garuda turun 50 poin atau 0,29 persen dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.138 per dolar AS.

2. Kip Laos

Mata uang Laos adalah KIP. (Dok/Istimewa).

Mata uang kip Laos tercatat mengalami pelemahan sebesar 2,05 persen sejak awal tahun. Hal ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap mata uang di kawasan tidak terjadi secara individual, melainkan dipengaruhi oleh sentimen global yang lebih luas.

Kip mulai digunakan sebagai mata uang nasional Laos pada 1952, menggantikan piastre Indochina Prancis. Sejak itu, kip telah mengalami sejumlah perubahan, termasuk reformasi nilai tukar pada 1979, ketika 100 kip lama dikonversi menjadi 1 kip baru.

3. Baht Thailand

ilustrasi Baht Thailand (pixabay.com/pereslavl)

Berikutnya, mata uang negara di ASEAN yang lemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) adalah baht. Mata uang Thailand tersebut menunjukkan pelemahan terhadap dolar sebesar 1,37 persen sejak awal tahun (year to date/YTD). Meski berada dalam tekanan, pergerakannya masih tergolong stabil dibandingkan mata uang lain di kawasan.

4. Peso Filipina

ilustrasi mata uang Peso Filipina (unsplash.com/marigimenez)

Peso Filipina mencatat pelemahan yang lebih terbatas, yakni sekitar 1,10 persen sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd). Tekanan terhadap peso juga relatif lebih terkendali dibandingkan mata uang kawasan lainnya, didukung oleh pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil serta konsumsi dalam negeri yang tetap kuat.

Adapun tekanan mata uang Peso juga didorong oleh penguatan dolar AS dan imbas gejolak geopolitik global khususnya di Timur Tengah.

5. Dong Vietnam

Ilustrasi dong, mata uang Vietnam (ansaigonfoodtours.com)

Mata uang Vietnam, dong, mencatat pelemahan tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun (year to date/YTD). Meski demikian, pergerakannya relatif stabil dibandingkan mata uang lain di kawasan.

Berdasarkan data terbaru, pasangan USDVND naik 0,13 persen secara YTD, yang menunjukkan bahwa dong Vietnam melemah tipis terhadap dolar AS. Artinya, kini dibutuhkan sedikit lebih banyak dong untuk membeli satu dolar AS dibandingkan awal tahun.

Editorial Team