Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

7 Mata Uang Terendah di Dunia 2026, Termasuk Rupiah Indonesia

uang Rupiah Indonesia (pexels.com/IqbalStock)
uang Rupiah Indonesia (pexels.com/IqbalStock)
Intinya sih...
  • Pound Lebanon (LBP) merupakan mata uang terendah di dunia dengan nilai tukar rendah akibat krisis ekonomi dan politik yang melanda negara tersebut.
  • Rial Iran (IRR) menempati urutan kedua sebagai mata uang terlemah dunia karena tekanan internal dan eksternal serta sanksi dari PBB.
  • Dong Vietnam (VND) memiliki nilai tukar rendah untuk menjaga harga produk ekspor dan meningkatkan daya saing di pasar global.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa waktu terakhir, banyak orang dikejutkan dengan nilai tukar rial Iran yang anjlok. Hal ini disebabkan oleh situasi dalam negeri yang memasuki fase krisis, mulai dari inflasi, menyusutnya cadangan devisa, hingga penurunnya kepercayaan publik.

Namun, Iran bukan satu-satunya negara dengan mata uang bernilai tukar rendah. Sayangnya, rupiah Indonesia juga masih berada dalam jajaran tersebut. Nilainya bahkan nyaris menembus Rp17 ribu per dolar AS. Lantas, mata uang apa saja yang masuk daftar terendah di dunia pada 2026? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Pound Lebanon (LBP)

ilustrasi pound Libanon
ilustrasi pound Libanon (Commons.wikimedia.org/Banque de Syrie et du Liban)

Di awal tahun 2026 ini mata uang Lebanon, pound, berada di posisi pertama sebagai mata uang terendah di dunia. Jika diukur terhadap dolar AS, Satu pound Lebanon setara dengan 0,000011 dolar. Sementara dalam rupiah, satu pound Lebanon setara dengan Rp 0,19.

Rendahnya nilai tukar pound Lebanon berkaita dengan krisis ekonomi yang melanda negara tersebut sejak beberapa tahun terakhir. Diperparah dengan tingginya inflasi, pengangguran, krisis perbankan, hingga gejolak politik. Lebanon sendiri terletak di pesisir timur Laut Mediterania, berbatasan dengan Suriah di utara dan timur, serta Israel di selatan.

2. Rial Iran (IRR)

ilustrasi rial Iran
ilustrasi rial Iran (commons.wikimedia.org/Parsa 2au)

Rial Iran menempati urutan kedua dalam daftar mata uang terlemah dunia. Anjloknya rial Iran disebabkan oleh tekanan internal dan eksternal yang melanda negara tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memberikan sanksi pada September 2025 lalu.

Akibatnya, Iran terisolasi dari sistem perdagangan dan perbankan internasional. Anjloknya ekspor minyak ke Tiongkok membuat keadaan semakin parah. Satu dolar AS setara dengan 42.112 rial Iran. Jika ditukar ke rupiah maka, satu rupiah setara dengan sekitar 62,5 rial Iran, sedangkan Rp1.000 dapat ditukar dengan sekitar 62.500 rial.

3. Dong Vietnam (VND)

ilustrasi dong Vietnam
ilustrasi dong Vietnam (pixabay.com/ObeyGravity)

Negara Vietnam berbatasan dengan Laut Cina Selatan. Sektor jasa beserta industri elektronik, energi, dan tekstil menyumbang besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut. Namun pemerintah Vietnam sengaja menjaga nilai Dong tetap rendah untuk menekan harga produk ekspor.

Dengan begitu, produk Vietnam memiliki daya saing yang tinggi di pasar global. Tercatat jika satu dolar AS setara dengan 26.345 dong Vietnam. sementara dalam konversi ke rupiah, 1 dong Vietnam hanya bernilai sekitar Rp 0,65 per 20 Januari 2026.

4. Kip Laos (LAK)

ilustrasi kip Laos
ilustrasi kip Laos (commons.wikimedia.org/Panxang rachavong 3000)

Mata uang kip Laos atau Lao kip resmi digunakan pada tahun 1950-an. Negara yang bergantung pada ekspor tembaga, emas, dan kayu ini memiliki mata uang terlemah keempat. Satu kip Laos setara dengan 0,000046 dolar AS, yang berarti 1 dolar AS bernilai sama dengan 21.663,26 kip.

Laos mengalami pertumbuhan ekonomi yang lambat. Meski pemerintah telah melakukan berbagai upaya, tetapi beban utang luar negeri yang membengkak. Ditambah inflasi di negara Vietnam juga melonjak cukup tinggi.

5. Rupiah Indonesia

uang Rupiah Indonesia (instagram.com/bank_indonesia)
uang Rupiah Indonesia (instagram.com/bank_indonesia)

Rupiah Indonesia masuk ke posisi kelima sebagai maya uang terlemah di dunia. Satu rupiah saat ini bernilai 0,000059 dolar, yang berarti 1 dolar setara dengan Rp 16,966. Sejumlah pakar dan analis menilai memprediksi rupiah bisa menyentuh Rp 17.000 per dolar AS.

Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif global pada April 2025, nilai tukar rupiah tertekan tajam. Selain itu, faktor internal seperti defisit APBN 2025 sebesar 2,92 persen atau Rp695,1 triliun semakin menambah tekanan pada rupiah.

6. Som Uzbekistan (UZS)

ilustrasi som Uzbekistan
ilustrasi som Uzbekistan (commons.wikimedia.org/Bank Sentral Republik Uzbekistan)

Uzbekistan terletak di kawasan Asia Tengah dan dulunya menjadi bagian dari pemerintah Soviet dengan nama Republik Sosialis Soviet Uzbekistan. Sejak mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991, Uzbekistan memperkenalkan som sebagai mata uang nasional.

Meski memiliki cadangan mineral, minyak, dan gas yang besar, tetapi pertumbuhan ekonomi Uzbekistan rendah. Tingginya inflasi, angka pengangguran, hingga korupsi semakin menekan mata uang som. Satu som Uzbekistan setara dengan 0,00008 dolar, dengan kata lain satu dolar AS setara dengan 11.861,8479 som.

7. Franc Guinea (GNF)

ilustrasi franc Guinea
ilustrasi franc Guinea (commons.wikimedia.org/Pol70117)

Di urutan ketujuh ada mata uang Guinea, yakni Guinea. Negara yang terletak di Afrika Barat ini kaya akan cadangan mineral, seperti emas dan berlian. Sayangnya Guinea masih mengalami ketidakstabilan politik dan ekonomi.

Negara tersebut terus berjuang melawan inflasi, keresahan militer, dan masuknya pengungsi dari negara tetangga Liberia dan Sierra Leone. Saat ini satu franc Guinea setara dengan 0,000115 dolar AS, yang berarti 1 dolar setara dengan 8.658,25 franc Guinea.

Rendahnya nilai tukar mata uang suatu negara disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Namun, nominal tukar mata uang tidak selalu mencerminkan kekuatan ekonomi suatu bangsa secara utuh.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Peluang Bisnis dari Hobi Menggambar Digital yang Relevan di Era AI

21 Jan 2026, 00:25 WIBBusiness