Jakarta, IDN Times - China menetapkan kebijakan bebas tarif atau zero-tariff treatment bagi hampir seluruh barang dari 53 negara Afrika yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Beijing. Kebijakan ini tak berlaku untuk Eswatini karena negara tersebut masih menjalin relasi diplomatik dengan Taiwan.
Aturan itu mulai efektif pada 1 Mei 2026 dan memperluas skema preferensi yang telah berjalan sebelumnya. Sejak 2024, negara kurang berkembang di Afrika sudah memperoleh akses bebas bea untuk 97–98 persen pos tarif, dan kini fasilitas tersebut diperluas ke lebih banyak negara.
Lalu, apa saja sasaran utama di balik kebijakan tersebut?
