AS Prioritaskan Investasi di Afrika untuk Intensifkan Pengaruh

- AS fokus investasi, integrasi perdagangan, dan pembangunan infrastruktur di Afrika
- Program prioritas PIDA dan AfCFTA untuk koordinasi proyek infrastruktur dan mobilisasi sektor swasta AS
- Uni Afrika optimistis dengan program AS yang saling menguntungkan, sementara AS ingin kembali intensifkan pengaruh di Afrika
Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat (AS) mengungkapkan perubahan prioritas di Afrika. Washington akan berfokus pada investasi, integrasi perdagangan, dan pembangunan infrastruktur di Afrika dibandingkan bantuan kemanusiaan.
Pada Oktober, AS sudah bersedia membiayai pembangunan Bandara Internasional Bishoftu di Ethiopia. Sementara bandara tersebut disebut akan menjadi bandara terbesar dan menjadi pusat aviasi di Benua Afrika.
Table of Content
1. AS luncurkan dua program prioritas pembangunan di Afrika

Dalam pertemuan dengan Kepala Komisi Uni Afrika (UA), Mahmoud Ali Youssouf, Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau mengungkapkan dua prioritas pembangunan di Afrika. AS mengungkapkan agenda Program Pembangunan Infrastruktur di Afrika (PIDA) dan African Continental Free Trade Area (AfCFTA).
Dilansir Business Insider Africa, agenda kerja tersebut untuk mengoordinasikan pakar teknis dan petugas senior untuk mengidentifikasi proyek menguntungkan. Selain itu berfungsi memobilisasi sektor swasta AS untuk berpartisipasi dalam pembangunan infrastruktur di Afrika.
AS dan UA menyetujui bahwa pertumbuhan ekonomi adalah pondasi dari perdamaian, keamanan, dan stabilitas jangka panjang. Pembangunan infrastruktur, investasi swasta, dan integrasi perdagangan akan memastikan masa depan Afrika.
2. Uni Afrika optimistis dengan program prioritas AS

Ali Youssouf mengatakan, program dari AS ini akan menguntungkan Afrika dan AS. Keduanya akan saling melengkapi untuk mengoptimalisasi pengelolaan kekayaan sumber daya alam di Afrika.
“Kami tinggal di era globalisasi. Saya percaya bahwa kami saling membutuhkan. AS membutuhkan Afrika untuk sumber daya alam, kekayaan, dan lainnya. Sedangkan Afrika membutuhkan pakar, teknologi, dan investasi dari AS. Saya pikir ini penting untuk melanjutkan kerja sama dengan AS dan kami menganggap hubungan dengan AS strategis,” katanya, dikutip dari Africa News.
3. AS berupaya tingkatkan pengaruh di Afrika

Pembentukan program ini menunjukkan sinyal AS ingin kembali mengintensifkan pengaruh di Afrika. Mengingat semakin tingginya kompetisi global untuk menyebarkan pengaruh di Benua Hitam.
Kehadiran AS membuat pemerintah negara Afrika memiliki alternatif untuk membiayai pembangunan infrastruktur. Dengan ini, Washington dapat mengadang pengaruh China dan Rusia yang didorong oleh perdagangan komersial.



















