Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dibuka Lesu, Rupiah Berpeluang Menguat Lawan Dolar Hari Ini

2 min read
Dibuka Lesu, Rupiah Berpeluang Menguat Lawan Dolar Hari Ini
ilustrasi rupiah dan dolar AS (IDN TImes/Aditya Pratama)
  • Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Senin, berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB.

  • Penurunan harga minyak mentah dunia membuka peluang penguatan rupiah terhadap dolar AS.

  • Penguatan rupiah diperkirakan terbatas karena imbal hasil obligasi AS masih tinggi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah tercatat melemah tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin (5/10/2026). Saat perdagangan dibuka pagi ini, rupiah berada di level Rp17.904 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg hingga pukul 09.08 WIB, rupiah berada di level Rp17.883 per dolar AS. Rupiah melemah tipis, yakni 1 poin atau 0,01 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.882 per dolar AS.

  1. 1. Rupiah berpotensi menguat

    Pengamat pasar uang Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpeluang menguat terhadap dolar AS. Menurut Lukman, peluang penguatan rupiah salah satunya didorong oleh penurunan harga minyak mentah dunia.

    Harga minyak turun setelah muncul rencana negara-negara anggota G7 untuk melepas cadangan minyak mereka. G7 merupakan kelompok yang beranggotakan tujuh negara dengan perekonomian maju di dunia.

    "Rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak mentah dunia oleh rencana perlepasan cadangan oleh negara G7," kata dia.

  2. 2. Imbal hasil obligasi AS batasi penguatan rupiah

    Meski harga minyak yang turun dapat menjadi sentimen positif bagi rupiah, Lukman memperkirakan penguatan rupiah akan tetap terbatas. Pasalnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield masih berada di level yang relatif tinggi.

    Imbal hasil merupakan tingkat keuntungan yang ditawarkan kepada investor yang membeli surat utang pemerintah AS. Imbal hasil yang masih tinggi membuat aset berdenominasi dolar AS tetap menarik bagi investor.

    "Penguatan (rupiah) diperkirakan terbatas oleh imbal hasil obligasi AS yang masih tinggi," ujar Lukman.

  3. 3. Proyeksi pergerakan rupiah hari ini

    Untuk perdagangan sepanjang Senin (5/10/2026), Lukman memperkirakan mata uang Garuda akan bergerak dalam rentang Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS.

    Sementara itu, pelemahan rupiah sejak awal tahun atau year-to-date (ytd) sebesar 7,21 persen. Dalam 52 minggu terakhir, rupiah bergerak dalam rentang Rp16.515 hingga Rp18.209 per dolar AS.

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More