Jakarta, IDN Times - PT Agrinas Pangan memastikan impor 105.000 unit mobil pikap dilakukan semata-mata untuk mendukung operasional Koperasi Desa (Kopdes), bukan untuk program lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Utama Agrinas, Joao Angelo De Sousa Mota menegaskan, langkah impor diambil karena kebutuhan operasional yang mendesak, sementara kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi seluruh permintaan dalam waktu singkat.
“Impor pikap 105.000 unit ini hanya untuk operasional Kopdes, bukan untuk program lain. Karena kebutuhan kami itu mendesak, sehingga mereka (industri otomotif dalam negeri) tidak mampu menyuplai seluruhnya tepat waktu,” ujar Joao dalam Real Talk bersama Editor In Chief IDN Times Uni Lubis di Kantor Agrinas, Jakarta, Kamis (25/2/2026).
