Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ditanya soal Tudingan Pencucian Uang usai RANS IPO, Ini Kata Nagita
Konferensi pers penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) RANS, Jumat (10/7/2026). (IDN Times/Vadhia Lidyana)
  • Nagita Slavina menanggapi tudingan pencucian uang terhadap RANS dengan menyebut isu tersebut tidak objektif.

  • Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Nurhadi, menjelaskan bahwa perusahaan telah melalui tahapan untuk IPO dan memenuhi syaratnya, baik dari aspek hukum, akuntansi, dan informasi.

  • Cyril juga mengungkapkan Emtek masuk sebagai pemegang saham lewat investasi Rp248 miliar pada 2021, dengan valuasi RANS kini diperkirakan melampaui Rp2 triliun.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Direktur Utama PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS), Nagita Slavina memberikan respons singkat terkait tudingan keterlibatan RANS dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Isu itu telah bergaung di Tanah Air beberapa tahun terakhir. Pada awal 2024 lalu, National Corruption Watch (NCW) menuding perusahaan milik Nagita dan Raffi Ahmad itu menjadi tempat pencucian uang. Belakangan ini, sentimen negatif terhadap kedua pasangan itu kembali mencuat.

Dalam konferensi pers penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) RANS, Jumat (10/7/2026), Nagita mengatakan, tudingan itu tak objektif. Dia juga menekankan pernyataan Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Nurhadi bahwa perusahaannya menjalankan IPO sesuai ketentuan regulator.

“Saya rasa kalau itu datangnya dari saya dan Raffi mungkin rasanya kurang elok. Tapi kalau itu, kurang objektif. Tapi rasanya kalau dari Pak Cyril (Komisaris Utama RANS) harusnya lebih membuka mata sebenarnya apa yang terjadi,” kata Nagita di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

Adapun Cyril sebelumnya mengatakan, sebelum mendaftar sebagai perusahaan tercatat di bursa, RANS harus melalui berbagai tahapan, terutama keterbukaan terkait pembukuan perusahaan. Dia mengatakan, tahapan itu semua sudah dilalui, dan RANS berhasil memenuhi syarat sebagai perusahaan terbuka.

“Pertama adalah keterbukaan kaitan topik aspek hukum. Jadi semua transaksi itu harus dibuktikan dengan aspek hukum, dokumen notaris, dan seterusnya. Kedua adalah keterbukaan kaitan dengan akuntansinya. Dan gimana pembukuannya? Kasih lihat, perlihatkan itu. Dan itu prosesnya terjadi. Dan ketiga adalah keterbukaan informasi,” tutur Cyril.

Selain itu, Cyril juga menjelaskan mengenai masuknya grup PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek) sebagai pemegang saham RANS. Dia mengatakan, Emtek masuk melalui kepemilikan saham CEO SCTV dan Vidio.com, Sutanto Hartono pada 2021.

Kala itu, Sutanto menginvestasikan dana sebesar Rp248 miliar. Menurut Cyril, saat itu valuasi RANS sudah mencapai Rp1,3 triliun. Seiring berjalannya waktu, dia memperkirakan valuasi RANS melampaui Rp2 triliun.

“Saat di mana tadi Pak Tanto katakan Emtek masuk Rp248 miliar. Sejumlah hampir 17-18 persen. Valuasi saat itu saja sudah Rp1,3 triliun. Jadi dengan sekarang, pada saat itu sekitar segitu. Sekarang dengan pertumbuhan 10 persen, itu kurang lebih bisa Rp2 triliun lebih,” ujar Cyril.

Menurutnya, jika RANS dapat melalui berbagai tahap tersebut, dan penjelasan mengenai pendorong tumbuhnya valuasi RANS, maka tudingan pencucian uang bisa disebut sebagai rumor, bukan fakta.

“Jadi kalau mungkin tadi masalah pencucian uang, itu mungkin lebih kepada rumours yang ada, daripada faktanya yang ada. Mungkin itu jawaban dari saya,” kata Cyril.

Sebagai informasi, berikut sejumlah nama besar dan institusi yang tercatat sebagai pemilik saham RANS:

  • Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, (3,42 persen).

  • Putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Kaesang Pangarep (1,14 persen).

  • Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsad (1 persen).

  • Soultan Ariq Rachman (3,43 persen).

  • CEO SCTV dan Vidio.com Sutanto Hartono (1,43 persen)

  • Hikmat Janika (0,86 persen).

  • PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi (0,76 persen).

RANS melepas saham ke publik sebanyak 2.525.000.000 saham baru atau sebesar 20,02 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Harga saham RANS ditawarkan Rp170 per lembar saham. Usai IPO, saham RANS langsung menyentuh level auto rejection atas (ARA) dengan penguatan 34,12 persen ke Rp228 per lembar saham.

Curated For You

Editorial Team

Related Article