Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump
potret Presiden Amerika Serikat Donald Trump (whitehouse.gov)

Intinya sih...

  • Donald Trump membuka pidatonya di WEF Davos dengan gurauan yang memancing tawa hadirin, menyebut dirinya memiliki sedikit musuh.

  • Trump memamerkan capaiannya selama satu tahun memimpin AS, termasuk pertumbuhan ekonomi yang pesat dan inflasi yang berhasil dikalahkan.

  • Trump menyerang pendahulunya, Joe Biden, dengan menyebut pemerintahannya sebagai mimpi buruk inflasi dan resep untuk kesengsaraan.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Trump disambut ke panggung untuk memberikan pidato oleh CEO BlackRock, Larry Fink. Trump membuka pidatonya dengan gurauan yang memancing tawa hadirin.

“Terima kasih banyak, Larry. Senang sekali bisa kembali ke Davos, Swiss yang indah, dan bisa berbicara di hadapan begitu banyak pemimpin bisnis yang terhormat, begitu banyak teman, dan sedikit musuh,” kata Trump disambut tawa hadirin.

Trump mengaku membawa kabar fenomenal dari AS. Dia memamerkan capaiannya selama satu tahun memimpin Negeri Paman Sam itu.

“Setelah 12 bulan kembali di Gedung Putih, ekonomi kita sedang berkembang pesat, pertumbuhan meledak, produktivitas meningkat, investasi meroket, pendapatan meningkat. Inflasi telah dikalahkan,” ujar Trump.

Trump mengatakan, dirinya telah menorehkan pencapaian yang menurut dia tak bisa dicapai oleh pendahulunya, yakni Presiden ke-46 AS, Joe Biden.

“Di bawah pemerintahan Biden, Amerika bermain dengan mimpi buruk inflasi, yang berarti pertumbuhan rendah dan inflasi tinggi. Resep untuk kesengsaraan, kegagalan, dan kemunduran,” tutur Trump.

Menurut Trump, pemulihan ekonomi yang dialami AS saat ini akan segera disaksikan semua orang.

“Pertumbuhan seperti yang akan segera Anda lihat di negara kita. Mungkin belum pernah dilihat oleh negara mana pun sebelumnya,” tutur dia.

Editorial Team