Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Denmark Desak Donald Trump Stop Usik Kedaulatan Greenland

Bendera Denmark sedang berkibar.
potret bendera Denmark (pexels.com/Markus Winkler)
Intinya sih...
  • Donald Trump kembali menegaskan akan mengambil alih Greenland.
  • PM Greenland makin geram usai istri pejabat AS mengunggah sebuah gambar di laman X.
  • Donald Trump sudah berniat mengambil alih Greenland sejak awal jadi Presiden AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Denmark mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk berhenti mengusik kedaulatan wilayah Greenland. Hal ini karena Trump bersikeras mengambil alih Greenland untuk dijadikan wilayah teritorial AS.

Menurut Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, niat Trump untuk mencaplok Greenland adalah hal yang tak masuk akal. Sebab, secara hukum, Greenland sudah menjadi salah satu wilayah di Kerajaan Denmark sejak lama sehingga AS tak berhak menganeksasi wilayah tersebut.

"(Ini) sama sekali tak masuk akal untuk membicarakan perlunya Amerika Serikat mengambil alih Greenland. AS tak berhak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara di Kerajaan Denmark," bunyi pernyataan resmi Frederiksen pada Minggu (4/1/2026), seperti dilansir BBC.

1. Donald Trump kembali menegaskan akan mengambil alih Greenland

Presiden AS, Donald Trump, sedang berpidato di atas mimbar.
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/The Trump White House)

Desakan ini muncul usai Donald Trump kembali menegaskan bahwa AS akan mengambil alih Greenland. Dalam sebuah wawancara bersama majalah The Atlantic yang dihelat pada Minggu, Trump mengatakan AS membutuhkan Greenland untuk kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional.

"Tentu saja, kita memang membutuhkan Greenland. Kita membutuhkannya untuk pertahanan," kata Trump dilansir DW.

Pernyataan menohok yang dilontarkan Trump tersebut sontak menuai respons dari Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen. Ia mengatakan keinginan Trump untuk mencaplok wilayah Greenland sudah menjatuhkan kehormatannya.

"Ketika Presiden Amerika Serikat mengatakan bahwa 'kita membutuhkan Greenland' dan mengaitkan kita dengan Venezuela dan intervensi militer, itu bukan hanya salah. Itu tidak menghormati kita," ujar Nielsen.

2. PM Greenland makin geram usai istri pejabat AS mengunggah sebuah gambar di laman X

ilustrasi Greenland (unsplash.com/@visitgreenland1e)
ilustrasi Greenland (unsplash.com/@visitgreenland1e)

Kekesalan Jens-Frederik Nielsen juga makin menjadi ketika istri salah satu pejabat AS mengunggah sebuah gambar di laman X pribadinya. Gambar tersebut menunjukkan wilayah Greenland yang sudah ditandai bendera Amerika Serikat.

Dalam unggahan tersebut juga tertulis caption berbunyi “SOON”. Unggahan ini memberi sinyal bahwa Negeri Paman Sam di bawah tampuk kepemimpinan Donald Trump akan segera mengambil alih wilayah Greenland. 

"Tidak ada alasan untuk panik atau khawatir. Negara kita tidak untuk dijual dan masa depan kita tidak ditentukan oleh unggahan media sosial," tegas Nielsen merespons unggahan media sosial istri pejabat AS, dilansir DW.

3. Donald Trump sudah berniat mengambil alih Greenland sejak awal jadi Presiden AS

Peta wilayah Greenland.
potret wilayah Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Sebagai informasi, Greenland merupakan salah satu wilayah di Kerajaan Denmark. Namun, wilayah yang dihuni oleh 57 ribu jiwa tersebut sudah diberi otonomi sendiri sejak 1979. 

Sejak saat itu, Greenland mulai punya pemerintahan sendiri, punya parlemen sendiri, dan punya perdana menteri sendiri. Namun, urusan pertahanan, keamanan, dan politik luar negeri Greenland tetap dijalankan oleh Kerajaan Denmark.  

Sejak mulai menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat pada Januari 2025 lalu, Donald Trump memang sudah berniat mengambil alih Greenland. Ia ingin mengambil alih wilayah tersebut untuk dijadikan markas militer.

Selain itu, Trump ingin mengambil alih Greenland juga karena alasan sumber daya alam. Sebab, menurut pada ahli, Greenland memiliki banyak cadangan mineral yang bisa dijual. 

Pada 21 Desember 2025 lalu, Trump sudah menunjuk Gubernur Louisiana, Jeff Landry, untuk menjadi utusan khusus di Greenland. Tugasnya adalah untuk memudahkan upaya Trump mengambil alih Greenland untuk dijadikan wilayah teritorial AS. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Kapolri Lapor ke Prabowo: Kambitmas 2025 Stabil Juga soal Kasus Terorisme

06 Jan 2026, 22:30 WIBNews