Jakarta, IDN Times - Tepat sepekan lalu, publik dikejutkan dengan kecelakaan yang melibatkan kereta Commuter Line (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Hingga berita ini ditulis, peristiwa nahas tersebut merenggut 16 nyawa dan menyebabkan lebih dari 90 penumpang KRL luka parah.
Tragedi bermula di perlintasan sebidang JPL 85 Ampera. Sebuah taksi listrik Green SM Indonesia menerobos palang pelintasan dan mogok di tengah rel. Taksi listrik tersebut lantas tertemper KRL CRRC Jakarta–Cikarang (PLB 5181). Akibatnya, KRL PLB 5568a di belakangnya tertahan tidak dapat melanjutkan perjalanan akibat tertahan KRL PLB 5181 yang tertemper taksi listrik.
Setelah itu, KA Argo Bromo Anggrek Gambir–Surabaya Pasar Turi yang datang menuju Cikarang datang dengan kecepatan tinggi menabrak bagian belakang (gerbong perempuan) KRL PLB 5568a yang tengah berhenti di Stasiun Bekasi Timur untuk bisa melajutkan perjalanan.
Kecelakaan yang melibatkan sesama moda kereta api bukan pertama kali terjadi. Ketua Forum Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Deddy Herlambang menyatakan, kasus tabrakan dua kereta pernah terjadi pada Oktober 2010.
Saat itu, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Pasar Turi Surabaya menabrak KA Senja Utama Semarang relasi Pasar Senen – Semarang Tawang di Stasiun Petarukan, Pemalang. Kecelakaan ini menyebabkan 35 orang meninggal dunia, 29 luka berat, dan 5 orang luka ringan.
"Saat kecelakaan kereta api di Petarukan masinis dianggap lalai karena tidak melihat sinyal berhenti (warna merah). Kejadian di Stasiun Bekasi Timur, diduga masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek juga dianggap lalai karena tidak melihat sinyal berhenti (warna merah)," kata Deddy, dikutip Senin (4/5/2026).
"Pada lintas Kereta Api Jatinegara–Cikarang menggunakan persinyalan open block yang artinya jika ada rangkaian kereta api berhenti, sinyal di belakangnya akan menyala merah otomatis, artinya kereta api yang berada di belakangnya wajib berhenti. Bila masinis lalai atau tidak melihat sinyal warna merah tersebut dapat dipastikan akan terjadi kecelakaan kereta api menubruk kereta api di depannya," sambung dia.
