Pernah kebayang gak, kalau sebuah brand fast food yang dulu berhasil mengalahkan McDonald's dalam jumlah gerai sekarang justru sibuk menutup restorannya sendiri? Itulah yang sedang dialami Subway. Restoran sandwich asal Amerika Serikat ini pernah dianggap sebagai raja restoran cepat saji dunia karena jumlah outlet-nya sangat banyak. Bahkan Subway sempat melampaui McDonald’s di Amerika Serikat hingga tingkat global.
Sayangnya, kejayaan itu perlahan mulai memudar dalam beberapa tahun terakhir. Jumlah gerainya terus menyusut sejak 2015 dan belum menunjukkan tanda-tanda pulih sepenuhnya. Pada 2025 saja, Subway diketahui menutup 729 restoran di Amerika Serikat. Kondisi ini bikin banyak orang bertanya-tanya, sebenarnya apa yang terjadi dengan brand sebesar Subway?
Menariknya lagi, masalah Subway ternyata bukan muncul dalam semalam, lho. Ada berbagai faktor yang membuat bisnis ini perlahan kehilangan momentumnya. Mulai dari ekspansi berlebihan, persaingan baru, sampai perubahan selera konsumen. Nah, supaya lebih paham, yuk kita bahas perjalanan naik turun Subway berikut ini.
