McDonald's di India Terancam Tutup akibat Minyak Bekas dan Tomat Busuk

- Otoritas keamanan pangan temukan puluhan liter minyak goreng tidak layak konsumsi.
- Temuan puluhan kilogram tomat busuk di ruang pendingin.
- Otoritas keamanan pangan India beri waktu 14 hari untuk perbaiki standar operasional.
Jakarta, IDN Times - Otoritas keamanan pangan India memberikan peringatan keras kepada gerai McDonald's yang berlokasi di Gaurav Tower, Jaipur, pada Senin (9/2/2026). Langkah tegas ini diambil setelah inspeksi mendadak mengungkap adanya pelanggaran standar kebersihan yang signifikan serta penggunaan bahan-bahan makanan yang tidak layak konsumsi. Petugas segera melakukan tindakan preventif guna melindungi kesehatan masyarakat di kawasan wisata tersebut dari risiko penyakit.
Dalam pemeriksaan menyeluruh tersebut, petugas mengaudit stok bahan makanan serta memantau proses pengolahan di dapur gerai secara mendalam. Tim keamanan pangan juga menyita sejumlah sampel minyak goreng dan sayuran untuk menjalani pengujian laboratorium guna mendeteksi tingkat kontaminasi.
"Kami melakukan penyitaan ini untuk memastikan tidak ada potensi bahaya karsinogenik yang mengancam kesehatan para pelanggan," ujar perwakilan otoritas keamanan pangan di lokasi inspeksi.
1. Otoritas keamanan pangan temukan puluhan liter minyak goreng tidak layak konsumsi

Inspeksi yang dipimpin oleh Pejabat Keamanan Pangan Pemerintah, Sushil Chotwani, mengungkap penggunaan sekitar 40 liter minyak goreng yang telah berubah warna menjadi hitam pekat di gerai McDonald's Jaipur.
"Para inspektur menemukan 40 liter minyak yang digunakan berulang kali dalam memasak dan tidak layak untuk dikonsumsi," kata Chotwani, dilansir Hindustan Times.
Temuan ini menunjukkan adanya pengabaian terhadap protokol penggantian minyak secara berkala yang seharusnya menjadi standar dasar dalam operasional restoran cepat saji. Pengujian di lokasi mengungkapkan bahwa minyak goreng tersebut mengandung kadar senyawa polar total (TPC) sebesar 28 hingga 31 persen, yang melampaui batas keamanan maksimal sebesar 25 persen.
"Ketika jumlah TPC melebihi 25 persen, minyak menjadi beracun karena elemen karsinogenik terbentuk dan jumlah lemak trans menjadi sangat tinggi, yang merupakan penyebab utama penyakit jantung," ujar Kepala Pejabat Kesehatan Medis Jaipur-II, Dr. Manish Mittal, dilansir Times of India.
Kegagalan menjaga kualitas minyak goreng tersebut mencerminkan adanya kelemahan dalam pengawasan internal di tingkat manajemen gerai. Meskipun memiliki citra sebagai merek global dengan standar higienis ketat, realitas di lapangan menunjukkan bahwa prosedur keselamatan dapat terabaikan akibat kelalaian staf atau praktik penghematan biaya.
2. Temuan puluhan kilogram tomat busuk di ruang pendingin

Selain masalah minyak goreng, tim inspeksi menemukan sekitar 40 kilogram tomat yang telah membusuk di dalam ruang pendingin gerai McDonald's Jaipur. Tomat tersebut ditemukan dalam peti plastik dengan kondisi yang sangat buruk, sehingga memicu kekhawatiran serius mengenai manajemen stok dan kontrol suhu ruangan.
Keberadaan bahan baku yang membusuk di area penyimpanan yang sama dengan bahan segar lainnya, meningkatkan risiko kontaminasi silang mikroba, yang dapat membahayakan keselamatan pangan bagi ribuan pelanggan setiap harinya. Manajemen inventaris yang buruk ini menunjukkan kegagalan sistem rotasi barang yang seharusnya memastikan bahan makanan digunakan sebelum rusak.
"Sekitar 40 kilogram tomat dimusnahkan di tempat untuk mencegah penggunaannya dalam proses persiapan makanan," ujar seorang pejabat kesehatan, dilansir Telegraph India.
Kegagalan operasional ini mengindikasikan adanya fluktuasi suhu yang tidak terpantau atau durasi penyimpanan yang melampaui batas kesegaran, sehingga bakteri patogen seperti Salmonella dan Listeria dapat berkembang biak dengan cepat.
Dampak dari kelalaian ini merusak integritas sistem keamanan pangan global yang selama ini dijunjung tinggi oleh korporasi. Kegagalan staf untuk mengidentifikasi bahan yang rusak menunjukkan kurangnya pelatihan atau adanya tekanan manajemen untuk mengurangi limbah makanan dengan cara yang melanggar hukum. Penemuan ini mendorong regulator untuk menuntut audit pihak ketiga yang lebih ketat guna memastikan prosedur pemeriksaan kualitas harian dilakukan dengan benar sesuai standar keselamatan publik.
3. Otoritas keamanan pangan India beri waktu 14 hari untuk perbaiki standar operasional

Otoritas keamanan pangan resmi memberikan waktu selama 14 hari kepada gerai McDonald's di Jaipur untuk memperbaiki seluruh standar operasionalnya. Jika persyaratan perbaikan tidak dipenuhi dalam jangka waktu tersebut, regulator mengancam akan mengambil tindakan hukum yang lebih berat, termasuk pencabutan izin usaha secara permanen.
Menanggapi situasi ini, pihak Connaught Plaza Restaurants menyatakan bahwa mereka bekerja sama dengan pihak berwenang dan sangat patuh terhadap pedoman resmi. Mereka juga mengaku tetap mengikuti standar global McDonald's yang ketat.
Selain sanksi terhadap gerai di Jaipur, Departemen Keamanan Pangan Rajasthan berencana memperluas jangkauan inspeksi ke gerai-gerai lain guna memastikan kepatuhan industri secara menyeluruh. Langkah preventif ini diharapkan dapat mengembalikan standar higienitas di sektor restoran cepat saji dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi konsumen. Masa percobaan selama 14 hari ini mewajibkan manajemen gerai untuk membuktikan perubahan nyata dalam prosedur penanganan minyak dan penyimpanan sayuran.


















