Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekonomi Dunia Masih Suram, Purbaya Beberkan Penyebabnya
Konferensi Pers KSSK per Januari 2026. (IDN Times/Triyan).

Intinya sih...

  • Ekonomi Jepang, China, dan India diperkirakan melambat karena melemahnya permintaan domestik dan penurunan daya saing ekspor.

  • KSSK terus memantau perkembangan gejolak global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan perang dagang.

  • Pertumbuhan ekonomi Indonesia ditargetkan 5,4 persen tahun ini, didorong oleh peningkatan permintaan domestik, investasi, dan sinergi kebijakan pemerintah dengan lembaga anggota KSSK.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan (Menkeu) sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global tahun ini masih diliputi ketidakpastian, khususnya dipengaruhi oleh dampak kebijakan tarif impor Amerika Serikat (AS) serta kerentanan rantai pasok global. Meski demikian, prospek ekonomi AS menunjukkan tren positif didorong investasi besar di sektor teknologi, terutama dalam pengembangan akal imitasi (artificial intelligence/AI), serta stimulus fiskal berupa pengurangan pajak.

"Bila mengacu laporan Dana Moneter Internasional (IMF) dalam World Economic Outlook (WEO) Januari 2026, proyeksi pertumbuhan ekonomi global menjadi 3,3 persen pada 2025 dan 2026, lebih tinggi dari proyeksi di bulan Oktober 2025," kata Purbaya dalam Konferensi Pers KSSK, Selasa (27/1/2026).

1. Ekonomi Jepang, China dan India diperkirakan akan melambat

Ketua the Fed Jerome Powell (YouTube the Fed)

Menurut Purbaya, beberapa negara besar seperti Jepang, China, dan India diprediksi mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penurunan ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan domestik serta penurunan daya saing ekspor mereka di tengah ketegangan perdagangan global.

Sementara itu, di pasar keuangan global, ruang untuk penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) semakin terbatas, sedangkan yield US Treasury tetap berada pada level tinggi. Ini mencerminkan defisit fiskal Amerika Serikat yang terus membengkak.

"Ketidakpastian pasar uang global juga diperkirakan meningkat, dipicu oleh ketegangan dalam perang dagang dan eskalasi ketegangan geopolitik yang semakin meluas. Semua faktor ini memperburuk kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih," ucapnya.

2. KSSK terus pantau perkembangan gejolak global

Konferensi Pers KSSK per Januari 2026. (IDN Times/Triyan).

Menurutnya, bayang-bayang ketidakpastian yang terus berlangsung disebabkan oleh peningkatan ketegangan geopolitik, yang diperkirakan akan menjadi faktor penentu kelanjutan pemulihan ekonomi global. Dengan demikian, Purbaya berharap negara-negara besar dapat menemukan titik temu dalam kebijakan ekonomi dan menciptakan stabilitas geopolitik untuk menjaga momentum pertumbuhan global.

"Kami akan terus memantau dan melakukan asesmen ke depan terhadap kondisi perekonomian dan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global yang masih berlanjut, sambil melaksanakan upaya mitigasi secara terkoordinasi, baik antar lembaga anggota KSSK maupun dengan pemerintah atau lembaga terkait," ujarnya.

3. Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini ditargetkan 5,4 persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan tumbuh 5,4 persen (year on year/yoy). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan permintaan domestik yang stabil, serta sinergi kebijakan yang terus diperkuat antara pemerintah dan lembaga anggota KSSK untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, investasi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi ke depan. Salah satu langkah strategis yang diharapkan dapat mempercepat arus investasi.

"Peran Danantara sebagai pengungkit investasi swasta. Fokus utama adalah pada sektor hilirisasi sumber daya alam yang diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," ujarnya.

Untuk mendukung iklim investasi yang lebih kompetitif, pemerintah juga terus melakukan berbagai upaya, termasuk pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP). Satgas ini diharapkan dapat mengatasi berbagai hambatan dan mempercepat pelaksanaan proyek-proyek strategis yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian nasional.

Dengan sinergi kebijakan dan peran sektor swasta yang semakin kuat, prospek ekonomi Indonesia pada 2026 diyakini akan menunjukkan hasil yang positif, dengan pertumbuhan yang dapat membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Editorial Team