Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

CEO DANA: WEF 2026 Perkuat Teknologi dan Ekonomi Indonesia

WhatsApp Image 2026-01-27 at 11.48.14.jpeg
CEO & Co-Founder Dana Indonesia, Vince Iswara (Dok. DANA)

World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, menjadi momentum penting untuk membaca arah perekonomian global sekaligus perkembangan teknologi pada awal 2026. 

CEO & Co-Founder DANA Indonesia, Vince Iswara, yang turut hadir mengatakan di forum WEF banyak peserta berprofil tinggi, mulai dari presiden sejumlah negara hingga pimpinan perusahaan global.

“Dengan hadirnya high profile attendees dari berbagai negara, kita bisa menangkap bagaimana mood (arah) ekonomi dunia, teknologi, serta isu-isu yang berpotensi berdampak pada masyarakat dan perekonomian global,” ujarnya dalam wawancara bersama Pemimpin Redaksi IDN Times, Uni Lubis, Selasa (20/1/2026).

1. Banyak kesempatan di WEF yang wajib dimanfaatkan

WhatsApp Image 2026-01-27 at 11.48.14 (2).jpeg
CEO & Co-Founder Dana Indonesia, Vince Iswara (ketiga dari kanan) (Dok. DANA)

Vince menilai forum ini relevan karena berlangsung di awal tahun, sehingga dapat menjadi indikator tren ekonomi dan teknologi sepanjang 2026. Ia mengaku telah mendaftar untuk mengikuti sejumlah sesi diskusi guna menggali perspektif global. 

Selain agenda resmi, ia juga memanfaatkan kesempatan untuk bertemu delegasi Indonesia dan tokoh internasional, berharap dapat memperluas jejaring serta membuka peluang kolaborasi.

2. Indonesia miliki potensi kembangkan AI

IMG_9955.HEIC
CEO & Co-Founder Dana Indonesia, Vince Iswara dan Pemimpin Redaksi IDN Times (IDN Times/Alya)

Vince juga mengatakan, Indonesia memiliki posisi strategis di tengah pertemuan negara maju dan berkembang. Di satu sisi hadir pemimpin negara maju seperti Amerika Serikat dan Prancis, sementara Indonesia merepresentasikan kepentingan Global South.

“Ini menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk melakukan showcase potensi nasional dan mendorong minat global terhadap Indonesia,” ujarnya.

Ke depannya, Vince berharap forum ini dapat menghasilkan kerja sama konkret, khususnya dalam pengembangan ekonomi digital, teknologi, serta meningkatkan ketertarikan investor global terhadap Indonesia. Seperti di DANA yang telah memadukan teknologi yang aman dan tata kelola yang kuat, serta terhubung dengan inovasi global untuk mempercepat adopsi keuangan digital yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Sebab, hal itu bisa mendorong daya saing Indonesia.

3. AI dianggap bisa dorong daya saing dan keberlanjutan di Indonesia

ilustrasi aplikasi DANA
ilustrasi aplikasi DANA (dana.id)

Selain itu, Vince melihat perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai peluang besar bagi masyarakat Indonesia meningkatkan daya saing global. AI dinilai mampu menciptakan kesetaraan kesempatan antarnegara dalam mengadopsi dan mengembangkan teknologi sesuai kapasitas masing-masing.

“Ini justru menjadi potensi yang sangat baik bagi masyarakat Indonesia. AI tidak hanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari atau riset, tetapi juga untuk pendidikan, pengembangan kebudayaan, pelatihan, hingga penelitian sesuai dengan kebutuhan masing-masing,” ujarnya.

Menurut Vince, kemajuan AI saat ini bersifat leveling the playing field, karena hampir seluruh negara berada pada tahap sama dalam proses adopsi. Meskipun beberapa negara seperti AS dan China lebih maju, akses terhadap teknologi AI tidak sepenuhnya terbuka, sehingga memberi peluang bagi negara lain untuk berkembang mandiri.

Dengan pemanfaatan AI yang tepat, Vince melihat Indonesia mampu memperkuat posisi di kancah global, sekaligus menciptakan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat. Misalnya, DANA memperlihatkan inovasi yang tidak hanya sebuah aplikasi tapi juga platform berbasis komunitas dan bertujuan memperluas inklusi keuangan. Harapannya dengan menjadi layanan keuangan digital yang terpercaya, DANA bisa memberikan manfaat untuk bisnis sekaligus kebiasaan finansial yang sehat.    

Selain itu, DANA juga fokus menggunakan teknologi untuk efisiensi dan akuntabilitas bagi masyarakat dan bumi. DANA mulai mengukur efisiensi melalui Laporan Keberlanjutan DANA 2024. Lalu melacak limbah dan memperkenalkan program daur ulang serta aplikasi DANA menghasilkan hanya 0,14-gram setara CO2 ekuivalen. 

4. AI bisa tingkatkan produktivitas

ilustrasi aplikasi DANA
ilustrasi aplikasi DANA (dana.id)

Di internal perusahaan, DANA telah menetapkan komitmen mengembangkan kemampuan AI bagi seluruh karyawan. Perusahaan menegaskan adopsi AI tidak ditujukan untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai alat bantu meningkatkan keterampilan (upskilling) dan pelatihan ulang (reskilling) dan melihat pengguna sebagai pusat inovasi. Dengan begitu tentu para karyawan dengan AI bisa menjawab kebutuhan nyata para pengguna DANA yang sudah mencapai lebih dari 200 juta.

“Kami berkomitmen untuk tidak menggantikan pekerjaan dengan AI, tetapi menjadikannya asisten dalam meningkatkan kemampuan dan produktivitas,” katanya.

Pemanfaatan AI di DANA telah diterapkan lintas divisi, mulai dari teknologi, produk, legal, keuangan, hingga sumber daya manusia. Implementasi tersebut dinilai mampu mempercepat proses kerja, meningkatkan kualitas produk, serta menghadirkan layanan yang lebih personal bagi pengguna. (WEB/BAP)

Share
Topics
Editorial Team
Bima Anditya Prakasa
EditorBima Anditya Prakasa
Follow Us

Latest in Business

See More

Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI, Ini Kata Bos BCA

27 Jan 2026, 17:47 WIBBusiness