ilustrasi Kroasia (unsplash.com/Conor Rees)
Selain tiga negara dengan pertumbuhan tertinggi, beberapa negara Eropa lainnya juga menunjukkan perkembangan yang cukup menjanjikan. Hungaria mencatat pertumbuhan kuartalan sebesar 0,8% dengan pertumbuhan tahunan 1,7%. Sementara itu, Finlandia memberikan kejutan positif setelah ekonominya tumbuh 0,9% secara kuartalan dan 1,3% secara tahunan.
Perhatian pasar juga tertuju pada Polandia dan Kroasia yang belum merilis data kuartal pertama 2026 saat laporan ini disusun. Kedua negara sebelumnya mencatat pertumbuhan yang kuat pada akhir 2025. Analis ING memperkirakan ekonomi Polandia tumbuh antara 3,6% hingga 3,8% pada kuartal pertama 2026, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata kawasan euro.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pusat pertumbuhan ekonomi Eropa mulai mengalami pergeseran. Negara-negara di Eropa Selatan dan Eropa Timur kini semakin mampu bersaing dengan negara-negara industri tradisional yang selama ini mendominasi perekonomian kawasan. Kondisi ini berpotensi mengubah peta pertumbuhan ekonomi Eropa dalam beberapa tahun mendatang.
Perlambatan ekonomi kawasan euro pada awal 2026 bukan berarti seluruh negara Eropa mengalami kondisi yang sama. Data Eurostat menunjukkan rata-rata pertumbuhan ekonomi kawasan memang melemah, tapi Siprus, Bulgaria, dan Spanyol berhasil mencatat kinerja yang jauh lebih baik.
Ketiga negara tersebut memanfaatkan kombinasi konsumsi domestik yang kuat, investasi yang terus mengalir, serta dukungan berbagai program ekonomi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Meski masih menghadapi tantangan seperti inflasi, harga energi, dan risiko geopolitik, capaian mereka menunjukkan bahwa peluang pertumbuhan tetap terbuka di tengah situasi ekonomi Eropa yang sedang melambat.