Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ekspor Taiwan Naik 65,9 Persen Terdorong Permintaan AI Global
Bendera Taiwan (unsplash.com/Romeo A)
  • Pesanan ekspor Taiwan melonjak 65,9 persen pada Maret 2026, mencapai 91,12 miliar dolar AS berkat meningkatnya permintaan global terhadap teknologi AI dan perangkat keras digital.
  • Sektor produk informasi dan komunikasi naik 120,9 persen karena kebutuhan server AI, jaringan, serta laptop baru berbasis pemrosesan data canggih yang memperkuat rantai pasok teknologi Taiwan.
  • Kementerian Ekonomi Taiwan memproyeksikan tren ekspor tetap positif hingga kuartal kedua dengan nilai pesanan sekitar 87–89 miliar dolar AS didukung investasi global di infrastruktur AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Ekonomi Taiwan mengumumkan pada Selasa (21/4/2026) bahwa pesanan ekspor mengalami peningkatan sebesar 65,9 persen seiring tingginya permintaan global terhadap teknologi AI (kecerdasan buatan). Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang tertinggi dalam 16 tahun terakhir, sekaligus menunjukkan peran penting Taiwan dalam rantai pasok perangkat keras digital dunia.

Nilai pesanan ekspor tersebut mencapai 91,12 miliar dolar AS (Rp1,57 kuadriliun) pada bulan Maret, yang memperpanjang tren pertumbuhan ekonomi selama 14 bulan berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tinggi tetap mampu menjaga stabilitas ekonomi Taiwan di tengah ketidakpastian perdagangan internasional.

1. Produk informasi dan komunikasi tingkatkan nilai ekspor

ilustrasi semikonduktor (unsplash.com/Vishnu Mohanan)

Peningkatan pesanan ekspor Taiwan didukung oleh sektor produk informasi dan komunikasi yang naik sebesar 120,9 persen dibandingkan tahun lalu, dengan nilai mencapai 34,28 miliar dolar AS (Rp591,42 triliun). Kenaikan ini didorong oleh kebutuhan akan infrastruktur server AI, perangkat jaringan, dan peluncuran model laptop terbaru yang menggunakan teknologi pemrosesan data canggih.

Direktur Departemen Statistik Kementerian Ekonomi Taiwan, Huang Wei-jie, menjelaskan bahwa masa transisi dari produk server lama ke produk baru telah selesai, sehingga hasilnya mulai terlihat pada angka pesanan bulan lalu.

"Permintaan yang terus berlanjut untuk infrastruktur AI, komputasi performa tinggi, dan layanan komputasi awan berdampak positif pada seluruh rantai pasok di Taiwan," kata Huang Wei-jie, dilansir Focus Taiwan.

2. Pesanan AS dan China bantu redam dampak Konflik Timur Tengah

ilustrasi chip (unsplash.com/Krzysztof Hepner)

Di tengah konflik yang terjadi di Timur Tengah dan fluktuasi harga energi, posisi strategis Taiwan dalam memproduksi chip canggih membantu menjaga kondisi ekonomi mereka. Peningkatan pesanan dari AS sebesar 76,4 persen dan pemulihan pasar China sebesar 45,7 persen menunjukkan bahwa tingginya kebutuhan semikonduktor global mampu mengurangi dampak dari gangguan perdagangan di kawasan tersebut.

Ekonom Greater China di Standard Chartered, Hu Tung-an, mencatat bahwa konflik di Timur Tengah hanya memberikan sedikit pengaruh terhadap pesanan ekspor teknologi Taiwan.

"Pencapaian ekspor Taiwan lebih tinggi dari perkiraan awal karena investasi AI oleh berbagai perusahaan teknologi global terus mendukung perdagangan di tengah persaingan yang makin ketat," kata Hu Tung-an, dilansir Taiwan News.

3. Kementerian Ekonomi perkirakan tren ekspor terus berlanjut

ilustrasi chip (pexels.com/pixabay)

Kementerian Ekonomi Taiwan memperkirakan tren peningkatan ini akan berlanjut hingga kuartal kedua, dengan nilai pesanan bulan April diproyeksikan berada di kisaran 87 miliar hingga 89 miliar dolar AS (Rp1,5 kuadriliun-Rp1,53 kuadriliun). Perkiraan ini sejalan dengan revisi laporan pertumbuhan dari lembaga internasional, seperti IMF dan Bank Pembangunan Asia (ADB), yang menilai Taiwan memiliki keunggulan kompetitif dalam industri manufaktur digital.

Huang Wei-jie kembali menyatakan bahwa peran Taiwan dalam rantai pasok perangkat AI telah membantu menjaga ekonomi mereka pada saat prospek ekonomi global sedang melemah.

"AI menjadi pendukung utama bagi industri kami, dan investasi global dalam pembangunan infrastruktur AI diharapkan akan terus menjaga angka ekspor sepanjang tahun ini," kata Huang Wei-jie.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team