Elon Musk dalam Conservative Political Action Conference (CPAC) di Maryland, Amerika Serikat (commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Elon Musk sebagai salah satu pendiri OpenAI menyumbangkan sekitar 38 juta dolar AS (Rp642,5 miliar) atau 60 persen dari dana awal perusahaan pada tahun 2015. Selain finansial, Musk juga merekrut staf kunci, menghubungkan pendiri dengan kontak penting, serta memberikan kredibilitas yang krusial bagi proyek startup kecerdasan buatan tersebut.
Menurut ahli ekonomi keuangan C. Paul Wazzan, kontribusi Musk ini telah menghasilkan keuntungan bagi OpenAI senilai 65,5 miliar dolar AS (Rp1,1 kuadriliun) hingga 109,4 miliar dolar AS (Rp1,8 kuadriliun). Sementara itu, Microsoft sebagai mitra komersial OpenAI memperoleh manfaat finansial sebesar 13,3 miliar dolar AS (Rp224,8 triliun) hingga 25,1 miliar dolar AS (Rp424,4 triliun) dari kerja sama dengan perusahaan tersebut.
“Seperti halnya investor awal di perusahaan startup yang bisa meraup keuntungan berkali-kali lipat dari investasi awalnya, keuntungan tidak sah yang diperoleh OpenAI dan Microsoft jauh lebih besar daripada kontribusi awal Musk,” tulis pengacara Musk, Steven Molo, dalam dokumen pengadilan, dikutip NDTV.