xAI Milik Elon Musk Raih Pendanaan Rp336 Triliun dari Investor Global

- Startup kecerdasan buatan xAI milik Elon Musk berhasil menggalang dana sebesar 20 miliar dolar AS (Rp336,1 triliun) dalam putaran pendanaan Seri E yang diperbesar.
- Pendanaan terbaru akan digunakan untuk memperluas infrastruktur komputasi kecerdasan buatan, mengembangkan produk AI baru, dan memperkuat penelitian termasuk pelatihan model Grok 5 generasi mendatang.
Jakarta, IDN Times - Startup kecerdasan buatan milik Elon Musk, xAI, mengumumkan telah menutup putaran pendanaan Seri E senilai 20 miliar dolar AS (Rp336,1 triliun), pada Selasa (6/1/2026). Jumlah ini melampaui target awal perusahaan yang sebesar 15 miliar dolar AS (Rp252,1 triliun).
Putaran pendanaan tersebut menarik minat sejumlah investor besar, termasuk Nvidia dan Cisco Investments, yang memperkuat posisi xAI sebagai salah satu pemain utama dalam pengembangan teknologi kecerdasan buatan global.
1. xAI kumpulkan Rp336,1 triliun untuk perluas infrastruktur AI global
Startup kecerdasan buatan xAI milik Elon Musk berhasil menggalang dana sebesar 20 miliar dolar AS (Rp336,1 triliun) dalam putaran pendanaan Seri E yang diperbesar, melampaui target awal 15 miliar dolar AS (Rp252,1 triliun). Pendanaan ini melibatkan sejumlah investor besar seperti Valor Equity Partners, StepStone Group, Fidelity Management & Research Company, Qatar Investment Authority, MGX, dan Baron Capital Group. Nvidia serta Cisco Investments turut bergabung sebagai investor strategis untuk memperkuat dukungan infrastruktur komputasi berskala besar.
Dari total pendanaan tersebut, sekitar 7,5 miliar dolar AS (Rp126 triliun) berbentuk ekuitas, sementara hingga 12,5 miliar dolar AS (Rp210,1 triliun) diperoleh melalui skema utang menggunakan special purpose vehicle untuk pembelian prosesor Nvidia.
Dalam pernyataan resminya, xAI menyebut bahwa dana terbaru ini akan digunakan untuk mempercepat ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan.
“Pendanaan ini akan mempercepat pengembangan dan peluncuran produk AI transformatif dengan infrastruktur terdepan di industri,” tulis perusahaan xAI, dilansir CNBC.
2. xAI bakal perluas pusat data dan latih model Grok generasi baru
xAI berencana menggunakan pendanaan terbarunya untuk memperluas infrastruktur komputasi kecerdasan buatan, mengembangkan serta meluncurkan produk AI baru, dan memperkuat penelitian termasuk pelatihan model Grok 5 generasi mendatang. Perusahaan tersebut mengklaim memiliki kluster GPU terbesar di dunia, dengan lebih dari satu juta unit setara Nvidia H100 yang beroperasi di superkomputer Colossus I dan II hingga akhir 2025.
Selain itu, xAI tengah memperluas pusat data di Memphis, Tennessee, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan bersaing dengan perusahaan besar seperti OpenAI dan Alphabet. Saat ini, pengguna gabungan platform Grok dan X dilaporkan mencapai sekitar 600 juta pengguna aktif bulanan.
Dalam pernyataannya, xAI menjelaskan bahwa investasi dari Nvidia dan Cisco mendukung pembangunan infrastruktur komputasi berskala besar serta peningkatan kemampuan komputasi untuk mendorong inovasi AI di masa depan.
3. Pendanaan xAI perkuat posisi di tengah persaingan ketat industri AI
Pendanaan ini terjadi di tengah persaingan sengit AI, dengan raksasa teknologi seperti OpenAI yang mencapai valuasi 500 miliar dolar AS (Rp8,4 kuadriliun) dan Anthropic 350 miliar dolar AS (Rp5,8 kuadriliun) pada 2025. Meski ada peringatan gelembung AI dan pengawasan regulasi, minat investor tetap tinggi terhadap startup AI.
xAI sebelumnya mengakuisisi platform X pada awal 2025 dengan valuasi 80 miliar dolar AS (Rp1,3 kuadriliun). Baru-baru ini, xAI meraih kontrak dengan Departemen Pertahanan AS untuk integrasi Grok ke agen AI.



















