Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Elon Musk: Tabungan Pensiun Tak Berguna 20 Tahun Lagi, Benarkah?

ilustrasi Elon Musk
ilustrasi Elon Musk (commons.wikimedia.org/JD Lasica from Pleasanton, CA, US)
Intinya sih...
  • Visi masa depan Elon Musk tanpa tabungan pensiunElon Musk membayangkan masa depan di mana teknologi seperti AI, robotika, dan energi terbarukan berkembang sangat pesat sampai kebutuhan manusia bisa dipenuhi secara melimpah.
  • Geoffrey Sanzenbacher - Research Fellow di Boston CollegeMenurutnya, pernyataan Musk bisa “berbahaya dan menyesatkan”. Sistem jaminan sosial kemungkinan besar akan mengalami pemotongan karena kekurangan dana.
  • Alicia Munnell - Senior Advisor & Mantan Direktur CRRMunnell menilai komentar Musk berada di luar bidang keahlian Musk. Menyarankan agar Musk lebih fokus pada bidang yang benar-benar menjadi kekuatannya daripada meramal
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Beberapa waktu lalu Elon Musk bikin pernyataan yang langsung bikin heboh di dunia finansial dan teknologi. Ia bilang bahwa dalam 10-20 tahun ke depan, tabungan pensiun bisa jadi “tak lagi penting” karena kemajuan teknologi akan menciptakan kelimpahan untuk semua orang. Kalau kamu dengar ini pertama kali, mungkin langsung bertanya-tanya: apa maksudnya?

Pandangan ini langsung jadi perdebatan hangat di antara pakar keuangan dan teknologi. Banyak yang mendukung visi masa depan penuh kelimpahan, tapi gak sedikit yang justru khawatir. Apakah kamu benar-benar bisa berhenti menabung untuk masa depan? Yuk kita ulik satu per satu perspektif para pakar.

1. Visi masa depan Elon Musk tanpa tabungan pensiun

ilustrasi AI Grok
ilustrasi AI Grok (pexels.com/UMA media)

Elon Musk membayangkan masa depan di mana teknologi seperti AI, robotika, dan energi terbarukan berkembang sangat pesat sampai kebutuhan manusia bisa dipenuhi secara melimpah. Dengan begitu, kata Musk, tabungan pensiun tradisional mungkin akan jadi gak relevan lagi. Gambaran ini mirip dunia pasca-kelangkaan di mana semua orang bisa memiliki apa pun yang dibutuhkan tanpa harus bekerja keras seperti sekarang.

Musk menyampaikan gagasan ini pada sebuah wawancara podcast Moonshots with Peter Diamandis. Ia bahkan mengatakan jangan terlalu khawatir tentang “menyimpan uang pensiun selama 10 atau 20 tahun lagi,” karena menurutnya itu tak akan berarti banyak di masa depan. Ide ini memang terdengar optimis, tapi juga jauh dari realita finansial saat ini.

2. Geoffrey Sanzenbacher - Research Fellow di Boston College

ilustrasi saving
ilustrasi saving (vecteezy.com/Suriyawut Suriya)

Geoffrey Sanzenbacher adalah seorang peneliti senior di Center for Retirement Research, Boston College. Ia fokus pada isu pensiun, jaminan sosial, serta risiko keuangan bagi masyarakat. Menurutnya, pernyataan Musk bisa “berbahaya dan menyesatkan”.

Sanzenbacher mengingatkan bahwa sistem jaminan sosial seperti Social Security di Amerika kemungkinan besar akan mengalami pemotongan karena kekurangan dana. Untuk itu, menyarankan orang berhenti menabung justru ide yang berisiko besar. Ia bahkan bilang kalaupun dunia benar-benar berubah di masa depan, mereka yang menabung lebih awal gak bakal kehilangan apa pun.

3. Alicia Munnell - Senior Advisor & Mantan Direktur CRR

ilustrasi orang tua atau lansia kumpul bareng (unsplash.com/Cristina Gottardi)
ilustrasi orang tua atau lansia kumpul bareng (unsplash.com/Cristina Gottardi)

Alicia Munnell punya pengalaman panjang di riset pensiun dan jaminan sosial, dulu menjabat Direktur di Center for Retirement Research juga. Ia menilai komentar Musk berada di luar bidang keahlian Musk.

Menurut Munnell, Musk “tidak tahu bagaimana kehidupan orang biasa” dan pentingnya sistem pensiun serta jaminan sosial dalam menjaga standar hidup. Ia bahkan menyarankan agar Musk lebih fokus pada bidang yang benar-benar menjadi kekuatannya daripada meramal kebijakan sosial ekonomi masa depan.

4. Olivia Mitchell - Direktur Riset Pensiun di Wharton

ilustrasi lansia
ilustrasi lansia (freepik.com/prostooleh)

Olivia Mitchell menjabat sebagai direktur di Boettner Center on Pensions and Retirement Research, Universitas Wharton. Ia memahami bahwa teknologi bisa meningkatkan produktivitas dan menekan biaya hidup.

Meski begitu, Mitchell tetap mengingatkan bahwa keamanan pensiun masih sangat bergantung pada tabungan individu di luar jaminan sosial. Bahkan jika ekonomi lebih kaya dan maju, manfaatnya kemungkinan gak tersebar merata. Jadi tetap penting bagi kamu menabung demi berjaga-jaga jika masa depan gak seperti prediksi Musk.

5. Kristin Pugh - Private Wealth Manager

ilustrasi dana pensiun
ilustrasi dana pensiun (freepik.com/freepik)

Kristin Pugh bekerja sebagai wealth manager di Creative Planning, jadi kesehariannya berkutat dengan strategi finansial nyata untuk nasabah. Ia melihat potensi AI membantu pemenuhan kebutuhan dasar, tapi punya catatan lain.

Menurut Pugh, dari pengalaman sejarah teknologi, produktivitas bisa meningkat tanpa memberi lebih banyak waktu luang buat orang. Keuntungan dari teknologi justru sering terkonsentrasi pada segelintir pihak, bukan semua orang. Karena itu ia menekankan pentingnya melihat “logistik dunia nyata” sebelum menganggap pensiun bisa dialihkan begitu saja.

6. Ekaterina Abramova - Profesor Machine Learning, London Business School

ilustrasi teknologi (pexels.com/ThisIsEngineering)
ilustrasi teknologi (pexels.com/ThisIsEngineering)

Ekaterina Abramova fokus pada machine learning. Ia mengatakan AI dipastikan bakal mengubah banyak hal dalam dua dekade mendatang, namun bukan jaminan otomatis bahwa tabungan pensiun jadi gak relevan. Abramova menyoroti bahwa semua hal ini bergantung besar pada kebijakan redistribusi kekayaan. Pemerintah harus memilih untuk membagi hasil dari robotik dan AI secara adil dan berkelanjutan. Tanpa itu, dunia kaya teknologi mungkin hanya memperlebar kesenjangan, bukan menghilangkan kebutuhan pensiun.

7. John Nosta & James Ransom

ilustrasi crowd (pexels.com/Max Avans)
ilustrasi crowd (pexels.com/Max Avans)

John Nosta adalah seorang innovation theorist dan pendiri NostaLab. Ia berpandangan bahwa harapan masa depan tanpa tabungan pensiun “bergantung pada rantai asumsi rapuh”: butuh kesepakatan politik, desain fiskal, kepercayaan sosial, semuanya berjalan seimbang. Tanpa itu, masa depan tetap penuh risiko.

James Ransom adalah peneliti di University College London. Ia menggunakan analogi sejarah tentang kesalahan prediksi masa depan untuk menekankan bahwa manusia sering salah dalam menilai perubahan besar. Karena itu, bergantung sepenuhnya pada prediksi teknologi bisa berbahaya.

Meski gagasan Elon Musk soal masa depan tanpa tabungan pensiun terdengar positif dan futuristik, mayoritas pakar keuangan serta AI punya pandangan yang lebih realistis. Mereka sepakat bahwa tabungan pensiun tetap penting sebagai perlindungan finansial pribadi, apalagi di tengah ketidakpastian ekonomi dan distribusi kekayaan yang belum merata.

Jadi buat kamu yang lagi mikir untuk berhenti menabung demi mengejar janji masa depan: tetap pertimbangkan rencana finansial yang kuat sekarang, bukan sekadar harapan teknologi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

5 Cara Ampuh agar Tidak Jadi Korban Penipuan atas Nama Bank

18 Jan 2026, 06:05 WIBBusiness