Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Elon Musk Yakin Tesla Akan Jadi Perusahaan Paling Bernilai di Dunia
Elon Musk (x.com/elonmusk)
  • Elon Musk menegaskan keyakinannya bahwa Tesla akan menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, didorong oleh pengembangan kendaraan otonom dan robot humanoid Optimus berbasis kecerdasan buatan.
  • Analis menilai proyek robotaxi dan Optimus masih penuh ketidakpastian, dengan dampak finansial signifikan baru diperkirakan muncul beberapa tahun mendatang, sementara laba Tesla masih tertinggal dari raksasa teknologi lain.
  • Meski valuasi tinggi dan pertumbuhan melambat, banyak investor tetap optimistis terhadap visi jangka panjang Musk, melihat potensi besar Tesla dalam menguasai sektor mobilitas dan tenaga kerja berbasis AI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Elon Musk kembali membuat pernyataan ambisius terkait masa depan Tesla. Dalam laporan earnings kuartal pertama 2025, CEO Tesla tersebut mengungkap keyakinannya bahwa Tesla suatu hari nanti akan menjadi perusahaan paling bernilai di dunia. Optimisme ini muncul seiring perkembangan dua proyek besar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tengah digarap perusahaan: kendaraan otonom dan robot humanoid Optimus.

Selama beberapa tahun terakhir, Tesla terus mengembangkan teknologi mobil tanpa pengemudi. Musk bahkan percaya bahwa layanan robotaxi sepenuhnya otonom bisa mulai hadir sebelum 2027. Selain itu, Tesla juga mempercepat pengembangan robot humanoid Optimus yang diklaim mampu mengubah cara manusia bekerja dan meningkatkan produktivitas di berbagai industri.

Musk menargetkan penjualan robot Optimus ke perusahaan lain dimulai pada 2026, dengan harapan adopsinya dapat berkembang secara masif dalam waktu singkat. Namun, meskipun visi tersebut terdengar revolusioner, tidak semua analis dan investor sepenuhnya yakin bahwa Tesla benar-benar akan mencapai status sebagai perusahaan paling berharga di dunia.

1. Ide besar belum tentu menjadi hasil nyata

ilustrasi tesla (pixabay.com/Blomst)

Elon Musk dikenal sebagai sosok visioner yang sering melontarkan target besar. Meski terdengar sulit dipercaya, banyak pihak tetap menganggap pernyataannya serius karena rekam jejak Musk dalam membangun bisnis inovatif.

Namun, sejumlah analis menilai bahwa proyek robotaxi dan Optimus masih menyimpan banyak tanda tanya, terutama terkait permintaan pasar dan potensi keuntungan jangka panjang.

David Materazzi, CEO Galileo FX, menilai investor sebaiknya menunggu hingga proyek-proyek tersebut benar-benar terlihat dampaknya pada laporan keuangan Tesla. Menurutnya, Optimus dan robotaxi memang berpotensi mengubah Tesla menjadi perusahaan yang sangat berbeda di masa depan. Akan tetapi, hingga saat ini teknologi tersebut belum menghasilkan dampak finansial signifikan.

Ia memperkirakan robot Optimus mungkin baru bisa menghasilkan pendapatan besar pada 2035, sementara robotaxi berpotensi mulai memberi kontribusi sekitar 2026. Karena itu, investor dinilai perlu bersabar setidaknya beberapa tahun lagi sebelum proyek ini benar-benar memengaruhi fundamental perusahaan.

Materazzi juga menyoroti bahwa untuk menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, Tesla harus mampu menghasilkan keuntungan dalam skala besar seperti Apple atau Microsoft. Saat ini, laba Tesla masih jauh tertinggal dibanding raksasa teknologi tersebut. Menurutnya, pasar terlalu cepat memasukkan ekspektasi “eksekusi sempurna” ke dalam valuasi saham Tesla, padahal dalam dunia bisnis tidak ada yang berjalan sempurna.

2. Banyak investor percaya

Tesla Model Y (tesla.com)

Meski valuasi Tesla dinilai sangat tinggi dengan rasio P/E besar, margin keuntungan yang menipis, dan pertumbuhan penjualan yang melambat, banyak investor tetap percaya pada kemampuan Elon Musk.

Melanie Musson, pakar industri otomotif dari AutoInsurance.org, mengakui bahwa peluang Tesla menjadi perusahaan paling bernilai memang terlihat sulit. Namun, ia juga menegaskan bahwa Musk berkali-kali berhasil bangkit dari situasi sulit dan kembali lebih kuat. Menurutnya, selama Musk masih memimpin Tesla dan terus fokus pada inovasi masa depan, peluang perusahaan untuk kembali melesat tetap terbuka lebar.

3. Investor jangka panjang masih optimistis

Ilustrasi investasi (freepik.com)

Sebagian investor melihat Tesla sebagai investasi jangka panjang yang potensinya baru akan benar-benar terlihat dalam puluhan tahun ke depan.

Randall Yates, CEO The Lenders Network, termasuk salah satu investor yang optimistis terhadap masa depan Tesla. Ia percaya teknologi robotaxi berbasis AI dapat mengubah industri transportasi dan menggeser dominasi perusahaan ride-hailing seperti Uber dan Lyft.

Tak hanya itu, ia juga menilai robot humanoid Optimus berpotensi merevolusi dunia kerja dan menjadi sumber pendapatan besar bagi Tesla di masa depan.

Menurut Yates, Tesla bukan lagi sekadar perusahaan mobil listrik. Ia melihat Tesla sebagai perusahaan yang ingin menguasai sektor mobilitas dan tenaga kerja berbasis AI. Karena itu, meskipun valuasi saham Tesla saat ini dianggap mahal, ia percaya perusahaan tersebut masih memiliki potensi pertumbuhan luar biasa dalam jangka panjang.

Pada akhirnya, masa depan Tesla akan sangat ditentukan oleh kemampuan perusahaan mengubah ambisi besar menjadi hasil nyata yang dapat dirasakan pasar. Visi Elon Musk tentang robotaxi dan robot humanoid memang terdengar futuristis, tetapi sejarah juga menunjukkan bahwa banyak inovasi besar lahir dari ide-ide yang awalnya dianggap mustahil. Di tengah persaingan teknologi yang semakin ketat, Tesla kini berada di persimpangan penting antara ekspektasi tinggi dan tantangan eksekusi. Bagi investor dan pengamat industri, beberapa tahun ke depan akan menjadi momen krusial untuk melihat apakah Tesla benar-benar mampu mendefinisikan ulang masa depan mobilitas dan teknologi AI global.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team