Serikat Buruh Jerman Tuntut Pidana Manajer Tesla atas Tuduhan Fitnah

- IG Metall tuntut pidana manajer Tesla Berlin atas tuduhan fitnah
- Konflik hukum Tesla dan IG Metall memanas akibat tuduhan perekaman ilegal
- Konflik hukum Tesla dan IG Metall memuncak menjelang pemilihan dewan kerja
Jakarta, IDN Times - Serikat buruh logam Jerman, IG Metall, secara resmi mendaftarkan tuntutan pidana terhadap manajer pabrik Tesla Gigafactory Berlin-Brandenburg, pada Selasa (17/2/2026). Langkah hukum ini diambil setelah pihak manajemen perusahaan dituduh menyebarkan fitnah dan pernyataan palsu yang merugikan reputasi, serta menghambat aktivitas organisasi pekerja di lingkungan pabrik.
Perselisihan ini menandai titik terendah baru dalam hubungan industrial yang sudah lama tegang antara produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS) tersebut dengan perwakilan buruh di Jerman. Selain laporan pidana, serikat buruh juga menempuh jalur pengadilan perburuhan untuk memastikan perlindungan terhadap hak-hak anggotanya dari tekanan manajemen, terutama menjelang periode krusial pemilihan dewan kerja.
1. IG Metall tuntut pidana manajer Tesla Berlin atas tuduhan fitnah
Serikat buruh logam Jerman, IG Metall, secara resmi mengajukan pengaduan pidana terhadap manajer Tesla, Andre Thierig. Langkah hukum ini diambil atas tuduhan penyebaran informasi palsu yang menyasar aktivitas serikat buruh di fasilitas produksi Grünheide. Selain laporan pidana, IG Metall juga memohon kepada pengadilan perburuhan untuk mengeluarkan perintah larangan sementara, agar Thierig tidak lagi mengulangi tuduhan yang dianggap tidak berdasar tersebut di masa mendatang.
Manajer Distrik IG Metall, Jan Otto menegaskan, tindakan ini merupakan bentuk pertahanan diri terhadap tekanan perusahaan yang kian meningkat.
"Sengketa hukum bukanlah bentuk penyelesaian perselisihan yang kami sukai, namun ketika sebuah perusahaan memerangi partisipasi pekerja dan kerja serikat buruh secara agresif, kami akan membela diri dengan segala sarana yang kami miliki, termasuk sarana hukum," ujar Otto, dilansir Economic Times.
Konflik ini semakin memanas karena Tesla secara konsisten menolak menandatangani perjanjian kerja bersama, sehingga memicu ketidakpastian bagi ribuan pekerja mengenai stabilitas jangka panjang mereka. Secara hukum, pelaporan ini menempatkan Andre Thierig dalam posisi sulit karena tuduhan pencemaran nama baik di Jerman memiliki konsekuensi pidana yang serius.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan, apakah pernyataan manajemen Tesla memiliki dasar fakta yang kuat atau sekadar upaya untuk melemahkan pengaruh serikat buruh menjelang pemilihan dewan kerja.
Langkah hukum yang proaktif ini bertujuan untuk membendung narasi negatif dari manajemen sebelum pemilihan dewan kerja dimulai. Jika pengadilan mengabulkan permohonan tersebut, manajemen Tesla tidak diperbolehkan lagi membahas tuduhan terkait secara publik. Hal ini diharapkan dapat meredam serangan terhadap kredibilitas serikat buruh serta menjaga keseimbangan antara hak kolektif pekerja dengan efisiensi produksi perusahaan.
2. Konflik hukum Tesla dan IG Metall memanas akibat tuduhan perekaman ilegal
Konflik hukum antara manajemen Tesla dan serikat buruh IG Metall bermula dari insiden pada 10 Februari 2026, di mana manajemen menuduh seorang anggota eksternal serikat merekam rapat dewan kerja secara ilegal. Menanggapi laporan tersebut, pihak kepolisian mendatangi pabrik di Grünheide pada Rabu (18/2/2026) untuk menyita laptop milik perwakilan serikat guna kepentingan penyelidikan.
Dugaan pelanggaran kerahasiaan ini menjadi perhatian serius, mengingat rapat dewan kerja di Jerman dilindungi ketat oleh undang-undang demi menjaga privasi pekerja dan rahasia perusahaan. Manajer pabrik Tesla, Andre Thierig menyampaikan kecaman keras melalui media sosial X dan menyebut tindakan tersebut telah melampaui batas kewajaran.
“Apa yang terjadi hari ini di Giga Berlin benar-benar di luar kata-kata. Seorang perwakilan serikat eksternal dari IG Metall menghadiri rapat dewan kerja, secara ilegal merekam rapat internal tersebut, dan tertangkap basah!” tulis Thierig, dilansir Electric-Vehicles.
Meskipun manajemen bersikap ofensif, pihak IG Metall dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menganggapnya sebagai rekayasa untuk merusak reputasi organisasi di mata publik.
Saat ini, jaksa penuntut umum di Frankfurt tengah melakukan analisis forensik terhadap laptop yang disita untuk menentukan keberadaan file rekaman ilegal. Di sisi lain, IG Metall mendugatuduhan ini sengaja dimunculkan sebagai pengalih perhatian dari isu beban kerja yang berlebihan dan standar perlindungan kesehatan yang rendah di lini produksi. Keterlibatan polisi di area pabrik juga dianggap sebagai tindakan intimidasi yang tidak proporsional terhadap perwakilan serikat yang hadir atas undangan resmi.
3. Konflik hukum Tesla dan IG Metall memuncak menjelang pemilihan dewan kerja
Eskalasi perselisihan hukum antara Tesla dan serikat buruh IG Metall terjadi tepat tiga minggu sebelum pemilihan dewan kerja yang dijadwalkan pada 2 hingga 4 Maret 2026. Sekitar 11 ribu karyawan akan menggunakan hak suara mereka untuk memilih perwakilan yang memiliki kewenangan besar dalam mengatur jam kerja, kondisi kesehatan, serta prosedur pemutusan hubungan kerja. Pemilihan ini dianggap sebagai momentum krusial yang akan menentukan arah kebijakan tenaga kerja di pabrik tersebut selama empat tahun ke depan.
IG Metall menuduh rangkaian pernyataan manajemen Tesla sebagai kebohongan yang diperhitungkan, yang dirancang khusus untuk menyabotase kampanye mereka agar tidak meraih kursi mayoritas. Pihak serikat berpendapat bahwa perusahaan lebih menginginkan perwakilan buruh yang patuh, sementara IG Metall berkomitmen memperjuangkan kontrak kerja bersama demi standar gaji yang lebih baik.
Di tengah persaingan ini, manajemen Tesla bahkan mengambil langkah tidak konvensional dengan mengadakan konser musik dan memberikan kenaikan gaji sepihak sebesar 4 persen untuk menunjukkan bahwa peran serikat buruh tidak diperlukan.
Kondisi ekonomi Tesla di Eropa yang sedang menurun, termasuk anjloknya pendaftaran kendaraan di Jerman hingga 48 persen pada 025, menambah tekanan dalam pemilihan ini. Situasi di lingkungan pabrik kini sangat terpolarisasi antara kelompok pendukung serikat dan pendukung manajemen, yang diperparah dengan kekhawatiran akan keamanan kerja akibat lesunya pasar otomotif global.


















