Pernah membeli sampo sachet meski tersedia botol yang lebih besar? Atau memilih kopi kemasan kecil dan makanan dalam porsi sekali makan daripada membeli ukuran keluarga? Sekilas, kebiasaan tersebut terlihat sederhana. Namun, di balik pilihan membeli produk berukuran kecil, terdapat sejumlah fenomena ekonomi yang berkaitan dengan keterjangkauan harga (affordability), keterbatasan arus kas (cash-flow constraint), hingga strategi perusahaan dalam menentukan ukuran kemasan.
Fenomena ini juga berbeda dengan shrinkflation. Kalau shrinkflation berarti ukuran produk diperkecil sementara harganya tidak turun secara proporsional, membeli produk ukuran kecil berarti konsumen memang memilih kemasan dengan kuantitas lebih sedikit sejak awal. Lantas, mengapa produk berukuran kecil bisa begitu menarik bagi konsumen?
