Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
GAPMMI Dukung Negosiasi Tarif Dagang RI–AS demi Daya Saing
Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman /dok GAPMMI
  • GAPMMI mendukung langkah Pemerintah Indonesia bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk menjaga stabilitas iklim usaha, meningkatkan daya saing, dan memperkuat ketahanan industri makanan dan minuman nasional.
  • Negosiasi perdagangan dinilai dapat membuka alternatif sumber bahan baku, menjaga kelangsungan produksi, mendorong investasi, serta memastikan penyerapan tenaga kerja di sektor makanan dan minuman.
  • Kesepakatan dagang diharapkan mengurangi ketidakpastian perdagangan, memperkuat posisi produk unggulan Indonesia di pasar AS, dan mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gabungan Produsen Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengapresiasi langkah Pemerintah Indonesia dalam menjalankan proses negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas iklim usaha, meningkatkan daya saing, dan menjaga ketahanan industri nasional.

Ketua Umum GAPMMI Adhi Lukman menyampaikan, hal ini sejalan dengan pandangan dunia usaha bahwa kepastian pasar dan iklim usaha yang terjaga merupakan faktor penting bagi keberlanjutan industri.

"Bagi sektor makanan dan minuman, kepastian tersebut juga sangat bergantung pada ketersediaan dan keberlanjutan pasokan bahan baku industri, terutama untuk bahan baku tertentu yang hingga saat ini belum sepenuhnya tersedia atau belum dapat dipenuhi dari dalam negeri," ucapnya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2025).

1. Ciptakan alternatif sumber bahan baku

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam konferensi pers daring. (Dok. Screenshot zoom)

Dalam konteks tersebut, GAPMMI memandang bahwa negosiasi perdagangan yang dilakukan Pemerintah dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan alternatif sumber bahan baku industri yang dibutuhkan.

"Sehingga mendukung kelangsungan produksi dari industri pangan hilir, menjaga realisasi investasi, serta memastikan penyerapan tenaga kerja di sepanjang rantai nilai industri makanan dan minuman, termasuk menjaga daya beli masyarakat," ucapnya.

2. Perkuat posisi daya saing produk unggulan Indonesia di pasar AS

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendapat apresiasi langsung dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump di BoP (setneg.go.id)

Selain itu, GAPMMI memandang bahwa proses negosiasi perdagangan yang dilakukan Pemerintah berkontribusi dalam mengurangi ketidakpastian perdagangan (trade uncertainty) dan memperkuat posisi daya saing produk unggulan Indonesia di pasar AS, seperti kakao, kopi, sawit, dan turunannya yang mendapatkan pengecualian tarif.

“Kepastian akses pasar serta tarif yang lebih kompetitif memberikan ruang bagi pelaku industri untuk meningkatkan efisiensi biaya, menjaga utilisasi kapasitas produksi, serta memperkuat perencanaan investasi yang berorientasi ekspor," terangnya.

3. Proses negosiasi dapat segera diimplementasikan secara konsisten

Ketua Umum GAPMMI, Adhi S Lukman (dok. GAPMMI)

Menurutnya, bagi industri makanan dan minuman yang terintegrasi dalam rantai pasok global, kondisi ini menjadi faktor pendukung penting dalam mempertahankan dan memperluas penetrasi produk Indonesia di pasar internasional.

"Sebagai bagian dari ekosistem dunia usaha, GAPMMI mendukung upaya Pemerintah dalam menyeimbangkan kepentingan nasional, perlindungan konsumen, dan daya saing industri untuk keberlanjutan dunia usaha, serta berharap proses negosiasi ini dapat segera diimplementasikan secara konsisten untuk mendukung kinerja industri manufaktur menuju terealisasinya target pertumbuhan ekonomi 8 persen," katanya.

Editorial Team