Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Garuda Indonesia Bidik 2026 sebagai Tahun Transformasi Fundamental
Potret pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (unsplash.com/fasyahalim_)
  • Garuda Indonesia menargetkan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi fundamental untuk memperkuat lini usaha, operasional, dan kualitas layanan penerbangan.
  • Perusahaan fokus pada pemulihan serta penguatan aspek keuangan dan keberlanjutan usaha agar kinerja bisnis lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan.
  • Manajemen tengah menyusun peta jalan peningkatan layanan mencakup pembaruan fasilitas, digitalisasi pengalaman penumpang, serta penyempurnaan elemen layanan berbasis konsep 5 senses experience.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memproyeksikan tahun 2026 sebagai momentum percepatan transformasi fundamental pada lini usaha dan operasional perusahaan.

Transformasi tersebut dilakukan seiring langkah perbaikan tata kelola layanan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pengalaman perjalanan penumpang. Upaya ini juga berjalan seiring dengan penguatan kinerja keuangan yang menjadi salah satu fokus prioritas perusahaan.

1. Garuda Indonesia jadikan 2026 momentum penguatan layanan

Garuda Indonesia (Instagram/garudaindonesia)

Manajemen Garuda Indonesia menyampaikan, di tengah dinamika industri penerbangan global, termasuk pembaruan klasifikasi rating layanan maskapai oleh lembaga pemeringkat internasional Skytrax, perusahaan memandang hal tersebut sebagai bagian dari refleksi atas proses transformasi yang tengah dijalankan.

“Pada 2026, kami akan memperkuat berbagai inisiatif untuk meningkatkan fondasi layanan perusahaan,” tulis manajemen Garuda Indonesia dalam keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

2. Garuda Indonesia fokus pada pemulihan dan penguatan fundamental

Pemandangan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang dengan deretan pesawat terbang yang dioperasikan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air. (IDN Times/Dok Humas Bandara Ahmad Yani Semarang)

Ia menjelaskan dalam beberapa tahun terakhir, Garuda Indonesia fokus pada pemulihan dan penguatan fundamental perusahaan, terutama pada aspek keuangan serta keberlanjutan usaha.

"Proses tersebut juga diikuti dengan berbagai langkah perbaikan pada aspek layanan dan operasional," ucapnya.

Melalui upaya tersebut, Garuda Indonesia menargetkan fondasi kinerja usaha yang lebih sehat, adaptif, dan berkelanjutan.

3. Daftar peta jalan untuk meningkatkan layanan

Potret Garuda Indonesia, di bandara, (IDN Times/Dhiya Awlia Azzahra)

Lebih lanjut, pada tahun ini, perusahaan akan memperkuat transformasi layanan sebagai salah satu prioritas utama.

Saat ini Garuda Indonesia tengah menyusun peta jalan peningkatan layanan secara menyeluruh yang mencakup berbagai titik interaksi perjalanan penumpang.

Deretan peta jalan peningkatan layanan:

  • Peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan:

  • Penyegaran layanan darat (ground service) di bandara

  • Pembaruan fasilitas lounge

  • Pengembangan layanan digital

  • Peningkatan layanan inflight service

  • Penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya

Pengembangan layanan tersebut tetap mengacu pada pendekatan 5 senses experience khas Garuda Indonesia yang mencakup aspek sight, sound, scent, taste, dan touch.

Manajemen Garuda Indonesia menyadari transformasi layanan membutuhkan waktu dan implementasi bertahap. Namun, berbagai inisiatif pembenahan tersebut akan terus dioptimalkan untuk menghadirkan peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan.

Melalui implementasi transformasi yang disiplin dan terukur, Garuda Indonesia optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai maskapai nasional yang adaptif dan semakin kompetitif di industri penerbangan global.

Editorial Team